Perbedaan Act I : The AI Prophecy dan Xai: Act I : The AI Prophecy diperdagangkan di Rp169,82 (kapitalisasi pasar Rp161,37M, volume 24 jam Rp425,17M), sedangkan Xai diperdagangkan di Rp110,35 (kapitalisasi pasar Rp231,54M, volume 24 jam Rp86,14M). Perbedaan utamanya: Xai lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Xai dibatasi (2,1B / 2,5B XAI (84%)), sedangkan Act I : The AI Prophecy terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Act I : The AI Prophecy selama 38 Hari dan Xai selama 57 Hari.
| ACT | XAI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp161,37M | Rp231,54M |
Volume (24h) | Rp425,17M | Rp86,14M |
Suplai yang Beredar | 948,2M ACT | 2,1B / 2,5B XAI (84%) |
Typical Hold Time | 38 Hari | 57 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Act I: The AI Prophecy (umumnya dikenal sebagai Act I) adalah platform open-source yang terdesentralisasi dan mendukung interaksi unik antar sistem AI. Platform ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana berbagai AI, yang didukung oleh token khusus bernama ACT, dapat berkolaborasi satu sama lain serta dengan pengguna manusia. Act I berupaya mendefinisikan ulang chatbot AI tradisional dengan menekankan kreativitas dibandingkan prinsip “membantu, aman, dan jujur”. Melalui kolaborasi antara berbagai jenis AI, seperti generator teks dan gambar, Act I berusaha memajukan pengembangan teknologi AI yang lebih canggih.
Selengkapnya di halaman ACT →Xai dikembangkan untuk memungkinkan ekonomi nyata dan perdagangan terbuka di video game. Dengan Xai, miliaran gamer berpotensi bisa memiliki dan menukar item dalam game untuk pertama kalinya, tanpa perlu menggunakan crypto-wallet. Siapa pun bisa mendukung jaringan Xai dengan mengoperasikan sebuah node yang memungkinkan mereka menerima reward dan berpartisipasi dalam tata kelola. Xai dikembangkan oleh Offchain Labs dengan memanfaatkan teknologi Arbitrum.
Selengkapnya di halaman XAI →