Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Act I : The AI Prophecy dan Venom: Act I : The AI Prophecy diperdagangkan di Rp161,31 (kapitalisasi pasar Rp151,18M, volume 24 jam Rp845,36M), sedangkan Venom diperdagangkan di Rp333,71 (kapitalisasi pasar Rp340,86M, volume 24 jam Rp2,89M). Perbedaan utamanya: Venom jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Act I : The AI Prophecy, dan suplai Venom dibatasi (988,9M / 8B VENOM (13%)), sedangkan Act I : The AI Prophecy terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Act I : The AI Prophecy selama 37 Hari dan Venom selama 21 Hari.
| ACT | VENOM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp151,18M | Rp340,86M |
Volume (24h) | Rp845,36M | Rp2,89M |
Suplai yang Beredar | 948,2M ACT | 988,9M / 8B VENOM (13%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 21 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token ACT saat ini diperdagangkan pada level Rp149,156 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan momentum bullish pada osilator. Market cap mencapai Rp141,12 juta dengan supply beredar 948,2 juta token. Harga berada di atas support kunci S1 (Rp147) namun di bawah pivot point (Rp156). RSI 6 menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem pada 14,39, sementara ADX mengindikasikan tren kuat.
Outlook: Potensi rebound teknis dari level oversold dengan target resistance R1 (Rp162), namun momentum bearish moving average tetap dominan. Risiko utama volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Peluang pada momentum bullish osilator jika mampu bertahan di atas support S1.
Token VENOM menunjukkan kondisi pasar yang terbatas dengan kapitalisasi pasar Rp340,86 juta dan tingkat sirkulasi hanya 13% dari total supply 8 juta token. Harga saat ini tidak tersedia dalam data, namun token ini memiliki hold time rata-rata 21 hari yang menunjukkan pola holding jangka menengah. Trading volume dan likuiditas perlu diverifikasi lebih lanjut mengingat data yang terbatas.
Outlook: Potensi pertumbuhan terbatas oleh sirkulasi rendah dan likuiditas yang tidak jelas. Risiko utama meliputi volatilitas tinggi karena volume trading rendah dan ketergantungan pada perkembangan ekosistem yang belum terlihat. Investor perlu memantau perkembangan listing exchange dan adopsi utility token.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Act I: The AI Prophecy (umumnya dikenal sebagai Act I) adalah platform open-source yang terdesentralisasi dan mendukung interaksi unik antar sistem AI. Platform ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana berbagai AI, yang didukung oleh token khusus bernama ACT, dapat berkolaborasi satu sama lain serta dengan pengguna manusia. Act I berupaya mendefinisikan ulang chatbot AI tradisional dengan menekankan kreativitas dibandingkan prinsip “membantu, aman, dan jujur”. Melalui kolaborasi antara berbagai jenis AI, seperti generator teks dan gambar, Act I berusaha memajukan pengembangan teknologi AI yang lebih canggih.
Selengkapnya di halaman ACT →Venom adalah jaringan Layer 0 dan Layer 1 berbasis teknologi mesh yang mendukung platform berskala besar seperti stablecoin dan CBDC. Skalabilitas tinggi, kecepatan, dan biaya rendah membuatnya ideal untuk dApp Web3, sambil memastikan keamanan dan stabilitas sistem dengan beban tinggi.
Selengkapnya di halaman VENOM →