Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Act I : The AI Prophecy dan DefiTuna: Act I : The AI Prophecy diperdagangkan di Rp160,4 (kapitalisasi pasar Rp152M, volume 24 jam Rp887,68M), sedangkan DefiTuna diperdagangkan di Rp74,46 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp85,25jt). Perbedaan utamanya: suplai beredar Act I : The AI Prophecy 948,2M ACT dibanding -- milik DefiTuna, dan Act I : The AI Prophecy lebih aktif diperdagangkan (Rp887,68M vs Rp85,25jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Act I : The AI Prophecy selama 37 Hari dan DefiTuna selama 8 Hari.
| ACT | TUNA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp152M | -- |
Volume (24h) | Rp887,68M | Rp85,25jt |
Suplai yang Beredar | 948,2M ACT | -- |
Typical Hold Time | 37 Hari | 8 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token ACT saat ini diperdagangkan pada level Rp149,156 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan momentum bullish pada osilator. Market cap mencapai Rp141,12 juta dengan supply beredar 948,2 juta token. Harga berada di atas support kunci S1 (Rp147) namun di bawah pivot point (Rp156). RSI 6 menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem pada 14,39, sementara ADX mengindikasikan tren kuat.
Outlook: Potensi rebound teknis dari level oversold dengan target resistance R1 (Rp162), namun momentum bearish moving average tetap dominan. Risiko utama volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Peluang pada momentum bullish osilator jika mampu bertahan di atas support S1.
DefiTuna menunjukkan data pasar yang terbatas dengan informasi harga dan kapitalisasi pasar yang tidak tersedia dalam snapshot terkini. Token ini memiliki supply maksimum 1 juta TUNA dengan rata-rata hold time 8 hari, mengindikasikan aktivitas trading jangka pendek. Tanpa data harga dan volume terkini, analisis teknis sulit dilakukan.
Outlook: Risiko tinggi karena kurangnya transparansi data pasar. Peluang terbatas pada potensi utility token yang belum terungkap. Risiko utama meliputi likuiditas rendah, volatilitas ekstrem, dan ketidakpastian fundamental proyek. Investor perlu ekstra hati-hati dengan aset yang datanya minim.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Act I: The AI Prophecy (umumnya dikenal sebagai Act I) adalah platform open-source yang terdesentralisasi dan mendukung interaksi unik antar sistem AI. Platform ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana berbagai AI, yang didukung oleh token khusus bernama ACT, dapat berkolaborasi satu sama lain serta dengan pengguna manusia. Act I berupaya mendefinisikan ulang chatbot AI tradisional dengan menekankan kreativitas dibandingkan prinsip “membantu, aman, dan jujur”. Melalui kolaborasi antara berbagai jenis AI, seperti generator teks dan gambar, Act I berusaha memajukan pengembangan teknologi AI yang lebih canggih.
Selengkapnya di halaman ACT →DefiTuna adalah lapisan infrastruktur DeFi untuk likuiditas dengan leverage di Solana. Dengan Fusion AMM — model on-chain yang menggabungkan likuiditas terkonsentrasi dan limit order transparan — DefiTuna menggabungkan lending, leverage, dan AMM untuk strategi trading dan likuiditas yang lebih efisien.
Selengkapnya di halaman TUNA →