Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Act I : The AI Prophecy dan Subsquid: Act I : The AI Prophecy diperdagangkan di Rp158,25 (kapitalisasi pasar Rp151,9M, volume 24 jam Rp852,22M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp547,49 (kapitalisasi pasar Rp545,58M, volume 24 jam Rp90,08M). Perbedaan utamanya: Subsquid jauh lebih besar — sekitar 3,6× kapitalisasi pasar Act I : The AI Prophecy, dan suplai Subsquid dibatasi (1B / 1,3B SQD (76%)), sedangkan Act I : The AI Prophecy terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Act I : The AI Prophecy selama 37 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.
| ACT | SQD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp151,9M | Rp545,58M |
Volume (24h) | Rp852,22M | Rp90,08M |
Suplai yang Beredar | 948,2M ACT | 1B / 1,3B SQD (76%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 8 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token ACT saat ini diperdagangkan pada level Rp149,156 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan momentum bullish pada osilator. Market cap mencapai Rp141,12 juta dengan supply beredar 948,2 juta token. Harga berada di atas support kunci S1 (Rp147) namun di bawah pivot point (Rp156). RSI 6 menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem pada 14,39, sementara ADX mengindikasikan tren kuat.
Outlook: Potensi rebound teknis dari level oversold dengan target resistance R1 (Rp162), namun momentum bearish moving average tetap dominan. Risiko utama volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Peluang pada momentum bullish osilator jika mampu bertahan di atas support S1.
Subsquid menunjukkan sinyal teknis bearish dengan harga saat ini Rp532,01 dan market cap Rp532,79 juta. RSI sangat oversold namun moving averages mengonfirmasi tren turun. Tokenomics menunjukkan 76% supply beredar dengan hold time 8 hari, mengindikasikan aktivitas perdagangan aktif meski dalam kondisi tekanan jual.
Outlook: Risiko dominan dengan momentum bearish kuat, namun kondisi oversold berpotensi rebound teknis. Perhatian pada support kritis Rp480 dan resistance Rp550. Fundamental terbatas tanpa update protokol terkini meningkatkan ketergantungan pada faktor teknis dan sentimen pasar crypto secara keseluruhan.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Act I: The AI Prophecy (umumnya dikenal sebagai Act I) adalah platform open-source yang terdesentralisasi dan mendukung interaksi unik antar sistem AI. Platform ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana berbagai AI, yang didukung oleh token khusus bernama ACT, dapat berkolaborasi satu sama lain serta dengan pengguna manusia. Act I berupaya mendefinisikan ulang chatbot AI tradisional dengan menekankan kreativitas dibandingkan prinsip “membantu, aman, dan jujur”. Melalui kolaborasi antara berbagai jenis AI, seperti generator teks dan gambar, Act I berusaha memajukan pengembangan teknologi AI yang lebih canggih.
Selengkapnya di halaman ACT →Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →