Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Act I : The AI Prophecy dan Symbiosis: Act I : The AI Prophecy diperdagangkan di Rp162,05 (kapitalisasi pasar Rp152,08M, volume 24 jam Rp883,66M), sedangkan Symbiosis diperdagangkan di Rp293,08 (kapitalisasi pasar Rp34,08M, volume 24 jam Rp2,71M). Perbedaan utamanya: Act I : The AI Prophecy jauh lebih besar — sekitar 4,5× kapitalisasi pasar Symbiosis, dan suplai Symbiosis dibatasi (97M / 99,5M SIS (98%)), sedangkan Act I : The AI Prophecy terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Act I : The AI Prophecy selama 37 Hari dan Symbiosis selama 11 Hari.
| ACT | SIS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp152,08M | Rp34,08M |
Volume (24h) | Rp883,66M | Rp2,71M |
Suplai yang Beredar | 948,2M ACT | 97M / 99,5M SIS (98%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 11 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token ACT saat ini diperdagangkan pada level Rp149,156 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan momentum bullish pada osilator. Market cap mencapai Rp141,12 juta dengan supply beredar 948,2 juta token. Harga berada di atas support kunci S1 (Rp147) namun di bawah pivot point (Rp156). RSI 6 menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem pada 14,39, sementara ADX mengindikasikan tren kuat.
Outlook: Potensi rebound teknis dari level oversold dengan target resistance R1 (Rp162), namun momentum bearish moving average tetap dominan. Risiko utama volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Peluang pada momentum bullish osilator jika mampu bertahan di atas support S1.
Token SIS menunjukkan kapitalisasi pasar sebesar Rp34,08 juta dengan supply yang hampir sepenuhnya beredar (98%). Hold time rata-rata 11 hari mengindikasikan aktivitas trading yang cukup aktif. Data teknis menunjukkan token ini memiliki volatilitas tinggi khas crypto dengan likuiditas terbatas di pasar.
Outlook: Potensi pertumbuhan terbatas karena market cap kecil dan supply hampir maksimal. Risiko utama: likuiditas rendah meningkatkan volatilitas, exposure regulasi crypto di Indonesia, dan ketergantungan pada perkembangan ekosistem Symbiosis protocol.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Act I: The AI Prophecy (umumnya dikenal sebagai Act I) adalah platform open-source yang terdesentralisasi dan mendukung interaksi unik antar sistem AI. Platform ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana berbagai AI, yang didukung oleh token khusus bernama ACT, dapat berkolaborasi satu sama lain serta dengan pengguna manusia. Act I berupaya mendefinisikan ulang chatbot AI tradisional dengan menekankan kreativitas dibandingkan prinsip “membantu, aman, dan jujur”. Melalui kolaborasi antara berbagai jenis AI, seperti generator teks dan gambar, Act I berusaha memajukan pengembangan teknologi AI yang lebih canggih.
Selengkapnya di halaman ACT →Symbiosis adalah platform cross-chain swap yang menghilangkan kebutuhan untuk melakukan banyak transaksi. Platform ini menggabungkan likuiditas dari berbagai Automated Market Makers (AMM) dan Decentralized Exchanges (DEX) di jaringan EVM maupun non-EVM. Symbiosis menggunakan Relayers Network terdesentralisasi, yang terdiri dari node relayer untuk memverifikasi dan mentransfer informasi antar blockchain. Jaringan ini memastikan transfer data yang aman sekaligus meningkatkan keamanan dari titik kegagalan terpusat. Node relayer harus melakukan staking token SIS untuk ikut serta dalam konsensus dan memproses swap.
Selengkapnya di halaman SIS →