Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Act I : The AI Prophecy dan Ordinals: Act I : The AI Prophecy diperdagangkan di Rp157,9 (kapitalisasi pasar Rp151,9M, volume 24 jam Rp852,22M), sedangkan Ordinals diperdagangkan di Rp63.530 (kapitalisasi pasar Rp1,34T, volume 24 jam Rp382,77M). Perbedaan utamanya: Ordinals jauh lebih besar — sekitar 8,8× kapitalisasi pasar Act I : The AI Prophecy, dan suplai Ordinals dibatasi (21M / 21M ORDI (100%)), sedangkan Act I : The AI Prophecy terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Act I : The AI Prophecy selama 37 Hari dan Ordinals selama 35 Hari.
| ACT | ORDI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp151,9M | Rp1,34T |
Volume (24h) | Rp852,22M | Rp382,77M |
Suplai yang Beredar | 948,2M ACT | 21M / 21M ORDI (100%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 35 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token ACT saat ini diperdagangkan pada level Rp149,156 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan momentum bullish pada osilator. Market cap mencapai Rp141,12 juta dengan supply beredar 948,2 juta token. Harga berada di atas support kunci S1 (Rp147) namun di bawah pivot point (Rp156). RSI 6 menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem pada 14,39, sementara ADX mengindikasikan tren kuat.
Outlook: Potensi rebound teknis dari level oversold dengan target resistance R1 (Rp162), namun momentum bearish moving average tetap dominan. Risiko utama volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Peluang pada momentum bullish osilator jika mampu bertahan di atas support S1.
ORDI menunjukkan sinyal teknis bullish dengan harga saat ini Rp60.980, didukung oleh moving averages yang kuat (9 buy vs 4 sell). Token telah mencapai sirkulasi penuh 21 juta dengan hold time rata-rata 35 hari. Meskipun osilator netral, indikator ADX mengonfirmasi tren kuat. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan akhir-akhir ini.
Outlook keseluruhan positif dengan momentum teknis, namun investor perlu waspada terhadap volatilitas kripto tinggi dan ketergantungan pada sentimen pasar. Peluang terletak pada breakout di atas resistance Rp64.066, sementara risiko termasuk tekanan regulator dan likuiditas terbatas di pasar IDR.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Act I: The AI Prophecy (umumnya dikenal sebagai Act I) adalah platform open-source yang terdesentralisasi dan mendukung interaksi unik antar sistem AI. Platform ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana berbagai AI, yang didukung oleh token khusus bernama ACT, dapat berkolaborasi satu sama lain serta dengan pengguna manusia. Act I berupaya mendefinisikan ulang chatbot AI tradisional dengan menekankan kreativitas dibandingkan prinsip “membantu, aman, dan jujur”. Melalui kolaborasi antara berbagai jenis AI, seperti generator teks dan gambar, Act I berusaha memajukan pengembangan teknologi AI yang lebih canggih.
Selengkapnya di halaman ACT →Protokol Ordinals menuliskan informasi ke setiap satoshi (juga dikenal sebagai sat, unit terkecil Bitcoin), seperti teks, gambar, audio, video, dll. Karena batasan ukuran blok Bitcoin, informasi utama untuk inscription (minting) Bitcoin berupa teks dan gambar, dalam bentuk NFT dan token.
Selengkapnya di halaman ORDI →