Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Act I : The AI Prophecy dan Nomina: Act I : The AI Prophecy diperdagangkan di Rp159,15 (kapitalisasi pasar Rp151,18M, volume 24 jam Rp845,36M), sedangkan Nomina diperdagangkan di Rp29,17 (kapitalisasi pasar Rp85,56M, volume 24 jam Rp180,51M). Perbedaan utamanya: Act I : The AI Prophecy lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Nomina dibatasi (2,9B / 7,5B NOM (39%)), sedangkan Act I : The AI Prophecy terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Act I : The AI Prophecy selama 37 Hari dan Nomina selama 19 Hari.
| ACT | NOM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp151,18M | Rp85,56M |
Volume (24h) | Rp845,36M | Rp180,51M |
Suplai yang Beredar | 948,2M ACT | 2,9B / 7,5B NOM (39%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 19 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token ACT saat ini diperdagangkan pada level Rp149,156 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan momentum bullish pada osilator. Market cap mencapai Rp141,12 juta dengan supply beredar 948,2 juta token. Harga berada di atas support kunci S1 (Rp147) namun di bawah pivot point (Rp156). RSI 6 menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem pada 14,39, sementara ADX mengindikasikan tren kuat.
Outlook: Potensi rebound teknis dari level oversold dengan target resistance R1 (Rp162), namun momentum bearish moving average tetap dominan. Risiko utama volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Peluang pada momentum bullish osilator jika mampu bertahan di atas support S1.
Token NOM saat ini diperdagangkan pada Rp28.569 dengan kapitalisasi pasar Rp82,2 juta, menunjukkan posisi bearish jangka pendek berdasarkan sinyal teknis. Token ini memiliki supply terbatas 7,5 juta dengan 39% sudah beredar. Indikator teknis menunjukkan tekanan jual dominan dari moving averages sementara osilator netral. Tidak ada update protokol signifikan yang tercatat dalam periode terakhir.
Outlook keseluruhan cenderung hati-hati dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang utama terletak pada potensi rebound dari level support Rp22-27, sementara risiko utama adalah likuiditas terbatas dan tekanan jual berkelanjutan. Investor perlu memantau volume perdagangan dan aktivitas jaringan untuk konfirmasi perubahan tren.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Act I: The AI Prophecy (umumnya dikenal sebagai Act I) adalah platform open-source yang terdesentralisasi dan mendukung interaksi unik antar sistem AI. Platform ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana berbagai AI, yang didukung oleh token khusus bernama ACT, dapat berkolaborasi satu sama lain serta dengan pengguna manusia. Act I berupaya mendefinisikan ulang chatbot AI tradisional dengan menekankan kreativitas dibandingkan prinsip “membantu, aman, dan jujur”. Melalui kolaborasi antara berbagai jenis AI, seperti generator teks dan gambar, Act I berusaha memajukan pengembangan teknologi AI yang lebih canggih.
Selengkapnya di halaman ACT →Nomina is a rebranded DeFi platform designed to simplify advanced trading strategies and cross-exchange operations in perpetual futures markets. Evolving from Omni Network through a 1:75 token swap, Nomina streamlines complex DeFi trading with automation and unified tools. Built for experienced traders, it enhances efficiency and accessibility across decentralized exchanges, offering a more seamless and intelligent trading experience.
Selengkapnya di halaman NOM →