Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Act I : The AI Prophecy dan Neon EVM: Act I : The AI Prophecy diperdagangkan di Rp158,43 (kapitalisasi pasar Rp151,9M, volume 24 jam Rp852,22M), sedangkan Neon EVM diperdagangkan di Rp347,64 (kapitalisasi pasar Rp88,29M, volume 24 jam Rp22,66M). Perbedaan utamanya: Act I : The AI Prophecy lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Neon EVM dibatasi (239,5M / 1B NEON (24%)), sedangkan Act I : The AI Prophecy terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Act I : The AI Prophecy selama 37 Hari dan Neon EVM selama 17 Hari.
| ACT | NEON | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp151,9M | Rp88,29M |
Volume (24h) | Rp852,22M | Rp22,66M |
Suplai yang Beredar | 948,2M ACT | 239,5M / 1B NEON (24%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 17 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token ACT saat ini diperdagangkan pada level Rp149,156 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan momentum bullish pada osilator. Market cap mencapai Rp141,12 juta dengan supply beredar 948,2 juta token. Harga berada di atas support kunci S1 (Rp147) namun di bawah pivot point (Rp156). RSI 6 menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem pada 14,39, sementara ADX mengindikasikan tren kuat.
Outlook: Potensi rebound teknis dari level oversold dengan target resistance R1 (Rp162), namun momentum bearish moving average tetap dominan. Risiko utama volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Peluang pada momentum bullish osilator jika mampu bertahan di atas support S1.
Neon EVM saat ini diperdagangkan pada Rp334,97 dengan kapitalisasi pasar Rp98,15 juta, menunjukkan sinyal teknis bearish secara keseluruhan meskipun osilator bullish. Token berada dalam fase konsolidasi dengan tingkat sirkulasi 24% dan rata-rata hold time 17 hari. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem besar yang dilaporkan baru-baru ini.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati karena tekanan jual dari moving averages. Peluang terletak pada potensi rebound dari level support, sementara risiko utama termasuk volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas yang khas untuk aset kripto dengan kapitalisasi kecil.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Act I: The AI Prophecy (umumnya dikenal sebagai Act I) adalah platform open-source yang terdesentralisasi dan mendukung interaksi unik antar sistem AI. Platform ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana berbagai AI, yang didukung oleh token khusus bernama ACT, dapat berkolaborasi satu sama lain serta dengan pengguna manusia. Act I berupaya mendefinisikan ulang chatbot AI tradisional dengan menekankan kreativitas dibandingkan prinsip “membantu, aman, dan jujur”. Melalui kolaborasi antara berbagai jenis AI, seperti generator teks dan gambar, Act I berusaha memajukan pengembangan teknologi AI yang lebih canggih.
Selengkapnya di halaman ACT →Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →