Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Act I : The AI Prophecy dan Mira: Act I : The AI Prophecy diperdagangkan di Rp161,66 (kapitalisasi pasar Rp154,53M, volume 24 jam Rp923,87M), sedangkan Mira diperdagangkan di Rp779,5 (kapitalisasi pasar Rp234,15M, volume 24 jam Rp161,96M). Perbedaan utamanya: Mira lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Mira dibatasi (298M / 1B MIRA (30%)), sedangkan Act I : The AI Prophecy terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Act I : The AI Prophecy selama 37 Hari dan Mira selama 20 Hari.
| ACT | MIRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp154,53M | Rp234,15M |
Volume (24h) | Rp923,87M | Rp161,96M |
Suplai yang Beredar | 948,2M ACT | 298M / 1B MIRA (30%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 20 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token ACT saat ini diperdagangkan pada level Rp149,156 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan momentum bullish pada osilator. Market cap mencapai Rp141,12 juta dengan supply beredar 948,2 juta token. Harga berada di atas support kunci S1 (Rp147) namun di bawah pivot point (Rp156). RSI 6 menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem pada 14,39, sementara ADX mengindikasikan tren kuat.
Outlook: Potensi rebound teknis dari level oversold dengan target resistance R1 (Rp162), namun momentum bearish moving average tetap dominan. Risiko utama volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Peluang pada momentum bullish osilator jika mampu bertahan di atas support S1.
Token MIRA saat ini menunjukkan sinyal bearish dengan harga Rp781,29 dan market cap Rp232,33 juta. Teknis menunjukkan tekanan jual dominan dari moving averages, meski oscillators netral. Support kunci berada di Rp770 dan resistance di Rp880. Token ini memiliki supply maksimum 1 juta dengan sirkulasi 30% dan hold time rata-rata 20 hari.
Outlook jangka pendek cenderung bearish dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang ada di bounce dari support Rp770, namun waspada jika tembus ke Rp731. Risiko utama meliputi likuiditas terbatas dan sentimen pasar crypto yang masih rapuh.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Act I: The AI Prophecy (umumnya dikenal sebagai Act I) adalah platform open-source yang terdesentralisasi dan mendukung interaksi unik antar sistem AI. Platform ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana berbagai AI, yang didukung oleh token khusus bernama ACT, dapat berkolaborasi satu sama lain serta dengan pengguna manusia. Act I berupaya mendefinisikan ulang chatbot AI tradisional dengan menekankan kreativitas dibandingkan prinsip “membantu, aman, dan jujur”. Melalui kolaborasi antara berbagai jenis AI, seperti generator teks dan gambar, Act I berusaha memajukan pengembangan teknologi AI yang lebih canggih.
Selengkapnya di halaman ACT →Mira is a decentralized verification network that enables autonomous AI by eliminating human oversight. Using consensus-based verification across multiple AI models, Mira delivers mathematically verifiable and trustless results in real time. This ensures accuracy and reliability for critical fields like healthcare, finance, and law—transforming AI from a supervised tool into truly independent intelligence.
Selengkapnya di halaman MIRA →