Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Act I : The AI Prophecy dan Merlin Chain: Act I : The AI Prophecy diperdagangkan di Rp160,76 (kapitalisasi pasar Rp154,32M, volume 24 jam Rp887,1M), sedangkan Merlin Chain diperdagangkan di Rp338,26 (kapitalisasi pasar Rp446,74M, volume 24 jam Rp67,18M). Perbedaan utamanya: Merlin Chain jauh lebih besar — sekitar 2,9× kapitalisasi pasar Act I : The AI Prophecy, dan suplai Merlin Chain dibatasi (1,3B / 2,1B MERL (63%)), sedangkan Act I : The AI Prophecy terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Act I : The AI Prophecy selama 37 Hari dan Merlin Chain selama 9 Hari.
| ACT | MERL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp154,32M | Rp446,74M |
Volume (24h) | Rp887,1M | Rp67,18M |
Suplai yang Beredar | 948,2M ACT | 1,3B / 2,1B MERL (63%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 9 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token ACT saat ini diperdagangkan pada level Rp149,156 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan momentum bullish pada osilator. Market cap mencapai Rp141,12 juta dengan supply beredar 948,2 juta token. Harga berada di atas support kunci S1 (Rp147) namun di bawah pivot point (Rp156). RSI 6 menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem pada 14,39, sementara ADX mengindikasikan tren kuat.
Outlook: Potensi rebound teknis dari level oversold dengan target resistance R1 (Rp162), namun momentum bearish moving average tetap dominan. Risiko utama volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Peluang pada momentum bullish osilator jika mampu bertahan di atas support S1.
Merlin Chain saat ini diperdagangkan pada Rp340,12 dengan kapitalisasi pasar Rp441,6 juta, menunjukkan posisi bearish berdasarkan sinyal teknis dominan. Token ini memiliki supply yang beredar 63% dari total maksimum 2,1 juta MERL dengan rata-rata hold time 9 hari. Indikator teknis menunjukkan tekanan jual yang kuat pada moving averages meskipun osilator dalam kondisi netral.
Outlook keseluruhan cenderung bearish dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang terletak pada level support kuat di Rp315, sementara risiko utama adalah tekanan jual berkelanjutan dan likuiditas terbatas. Investor perlu memantau ketat level resistance kunci di Rp348 untuk konfirmasi perubahan tren.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Act I: The AI Prophecy (umumnya dikenal sebagai Act I) adalah platform open-source yang terdesentralisasi dan mendukung interaksi unik antar sistem AI. Platform ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana berbagai AI, yang didukung oleh token khusus bernama ACT, dapat berkolaborasi satu sama lain serta dengan pengguna manusia. Act I berupaya mendefinisikan ulang chatbot AI tradisional dengan menekankan kreativitas dibandingkan prinsip “membantu, aman, dan jujur”. Melalui kolaborasi antara berbagai jenis AI, seperti generator teks dan gambar, Act I berusaha memajukan pengembangan teknologi AI yang lebih canggih.
Selengkapnya di halaman ACT →Merlin Chain adalah solusi Layer 2 untuk Bitcoin yang mengintegrasikan jaringan ZK-Rollup, jaringan oracle terdesentralisasi, dan fraud proofs. Tujuannya adalah meningkatkan aset, protokol, dan aplikasi Layer 1 Bitcoin, mendorong inovasi, dan memaksimalkan potensi aset di Layer 2. Token asli, MERL, digunakan untuk staking guna mendukung keamanan Merlin Chain.
Selengkapnya di halaman MERL →