Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Act I : The AI Prophecy dan Initia: Act I : The AI Prophecy diperdagangkan di Rp158,76 (kapitalisasi pasar Rp149,51M, volume 24 jam Rp838,07M), sedangkan Initia diperdagangkan di Rp972,14 (kapitalisasi pasar Rp193,91M, volume 24 jam Rp54,2M). Perbedaan utamanya: Initia lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Initia dibatasi (199,7M / 1B INIT (20%)), sedangkan Act I : The AI Prophecy terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Act I : The AI Prophecy selama 37 Hari dan Initia selama 17 Hari.
| ACT | INIT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp149,51M | Rp193,91M |
Volume (24h) | Rp838,07M | Rp54,2M |
Suplai yang Beredar | 948,2M ACT | 199,7M / 1B INIT (20%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 17 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token ACT saat ini diperdagangkan pada level Rp149,156 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan momentum bullish pada osilator. Market cap mencapai Rp141,12 juta dengan supply beredar 948,2 juta token. Harga berada di atas support kunci S1 (Rp147) namun di bawah pivot point (Rp156). RSI 6 menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem pada 14,39, sementara ADX mengindikasikan tren kuat.
Outlook: Potensi rebound teknis dari level oversold dengan target resistance R1 (Rp162), namun momentum bearish moving average tetap dominan. Risiko utama volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Peluang pada momentum bullish osilator jika mampu bertahan di atas support S1.
INIT diperdagangkan pada Rp979,22 dengan sinyal teknis bearish didominasi moving averages, meski osilator netral. Pivot point kunci di Rp1.011 menjadi resistance utama, sementara support terdekat di Rp966. Token ini memiliki kapitalisasi pasar Rp194,79 juta dengan supply terbatas 1 juta token, namun hanya 20% yang beredar. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan.
Outlook jangka pendek cenderung hati-hati karena tekanan jual teknis, namun tokenomics deflasioner bisa menjadi peluang jangka panjang. Risiko utama meliputi volatilitas tinggi, likuiditas terbatas, dan ketergantungan pada adopsi ekosistem. Investor perlu memantau breakout di atas Rp1.034 untuk konfirmasi reversal.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Act I: The AI Prophecy (umumnya dikenal sebagai Act I) adalah platform open-source yang terdesentralisasi dan mendukung interaksi unik antar sistem AI. Platform ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana berbagai AI, yang didukung oleh token khusus bernama ACT, dapat berkolaborasi satu sama lain serta dengan pengguna manusia. Act I berupaya mendefinisikan ulang chatbot AI tradisional dengan menekankan kreativitas dibandingkan prinsip “membantu, aman, dan jujur”. Melalui kolaborasi antara berbagai jenis AI, seperti generator teks dan gambar, Act I berusaha memajukan pengembangan teknologi AI yang lebih canggih.
Selengkapnya di halaman ACT →Initia adalah jaringan untuk rollup yang saling terhubung, menggabungkan blockchain Layer 1 dengan sistem appchain yang dapat dikustomisasi. Framework rollup milik Initia yang bersifat opinionated memungkinkan tim pengembang membangun blockchain khusus aplikasi dengan fleksibilitas penuh, sekaligus menerapkan standar bersama di seluruh ekosistem—mewujudkan dunia multichain yang terpadu.
Selengkapnya di halaman INIT →