Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Act I : The AI Prophecy dan Heima: Act I : The AI Prophecy diperdagangkan di Rp163,48 (kapitalisasi pasar Rp153,54M, volume 24 jam Rp931,88M), sedangkan Heima diperdagangkan di Rp2.108 (kapitalisasi pasar Rp209M, volume 24 jam Rp379,25M). Perbedaan utamanya: Heima lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Heima dibatasi (97,8M / 100M HEI (98%)), sedangkan Act I : The AI Prophecy terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Act I : The AI Prophecy selama 37 Hari dan Heima selama 12 Hari.
| ACT | HEI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp153,54M | Rp209M |
Volume (24h) | Rp931,88M | Rp379,25M |
Suplai yang Beredar | 948,2M ACT | 97,8M / 100M HEI (98%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 12 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token ACT saat ini diperdagangkan pada level Rp149,156 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan momentum bullish pada osilator. Market cap mencapai Rp141,12 juta dengan supply beredar 948,2 juta token. Harga berada di atas support kunci S1 (Rp147) namun di bawah pivot point (Rp156). RSI 6 menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem pada 14,39, sementara ADX mengindikasikan tren kuat.
Outlook: Potensi rebound teknis dari level oversold dengan target resistance R1 (Rp162), namun momentum bearish moving average tetap dominan. Risiko utama volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Peluang pada momentum bullish osilator jika mampu bertahan di atas support S1.
Token HEI saat ini diperdagangkan pada Rp1.972,799 dengan kapitalisasi pasar Rp192,47 juta, menunjukkan sinyal teknis bullish dengan moving averages mendukung tren naik. Supply yang beredar mencapai 97,8 juta dari total 100 juta token, dengan rata-rata hold time 12 hari. Posisi teknis mengindikasikan momentum positif meski osilator masih netral.
Outlook jangka pendek cenderung positif dengan support kuat di Rp1.817, namun risiko volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas perlu diwaspadai. Peluang ada pada adoption ecosystem yang berkembang, sementara tantangan utama adalah kapitalisasi pasar kecil yang rentan manipulasi.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Act I: The AI Prophecy (umumnya dikenal sebagai Act I) adalah platform open-source yang terdesentralisasi dan mendukung interaksi unik antar sistem AI. Platform ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana berbagai AI, yang didukung oleh token khusus bernama ACT, dapat berkolaborasi satu sama lain serta dengan pengguna manusia. Act I berupaya mendefinisikan ulang chatbot AI tradisional dengan menekankan kreativitas dibandingkan prinsip “membantu, aman, dan jujur”. Melalui kolaborasi antara berbagai jenis AI, seperti generator teks dan gambar, Act I berusaha memajukan pengembangan teknologi AI yang lebih canggih.
Selengkapnya di halaman ACT →Sebagai perkembangan dari Litentry Network, Heima Network dibangun berfokus pada identitas yang terdesentralisasi dan solusi privasi. Dengan berdasarkan pada fondasi ini, Heima memperluas cakupannya untuk menangani manajemen aset di lintas chain dan interoperabilitas berbagai chain.
Selengkapnya di halaman HEI →