Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Act I : The AI Prophecy dan Humanity Protocol: Act I : The AI Prophecy diperdagangkan di Rp162,2 (kapitalisasi pasar Rp152,08M, volume 24 jam Rp883,66M), sedangkan Humanity Protocol diperdagangkan di Rp1.239 (kapitalisasi pasar Rp3,81T, volume 24 jam Rp190,24M). Perbedaan utamanya: Humanity Protocol jauh lebih besar — sekitar 25,1× kapitalisasi pasar Act I : The AI Prophecy, dan suplai Humanity Protocol dibatasi (3,1B / 10B H (31%)), sedangkan Act I : The AI Prophecy terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Act I : The AI Prophecy selama 37 Hari dan Humanity Protocol selama 5 Hari.
| ACT | H | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp152,08M | Rp3,81T |
Volume (24h) | Rp883,66M | Rp190,24M |
Suplai yang Beredar | 948,2M ACT | 3,1B / 10B H (31%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 5 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token ACT saat ini diperdagangkan pada level Rp149,156 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan momentum bullish pada osilator. Market cap mencapai Rp141,12 juta dengan supply beredar 948,2 juta token. Harga berada di atas support kunci S1 (Rp147) namun di bawah pivot point (Rp156). RSI 6 menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem pada 14,39, sementara ADX mengindikasikan tren kuat.
Outlook: Potensi rebound teknis dari level oversold dengan target resistance R1 (Rp162), namun momentum bearish moving average tetap dominan. Risiko utama volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Peluang pada momentum bullish osilator jika mampu bertahan di atas support S1.
Humanity Protocol (H) menunjukkan sinyal teknis bearish dengan harga saat ini Rp1.231,53, di bawah pivot point Rp1.239. Market cap mencapai Rp3,83 triliun dengan supply beredar 31%. RSI netral namun moving averages menekan bearish. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang dilaporkan.
Outlook jangka pendek cenderung bearish dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang rebound ada di support S1 Rp1.176, namun tekanan jual dominan. Risiko utama meliputi likuiditas terbatas dan sentimen pasar kripto yang lesu. Investor perlu hati-hati menunggu konfirmasi breakout.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Act I: The AI Prophecy (umumnya dikenal sebagai Act I) adalah platform open-source yang terdesentralisasi dan mendukung interaksi unik antar sistem AI. Platform ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana berbagai AI, yang didukung oleh token khusus bernama ACT, dapat berkolaborasi satu sama lain serta dengan pengguna manusia. Act I berupaya mendefinisikan ulang chatbot AI tradisional dengan menekankan kreativitas dibandingkan prinsip “membantu, aman, dan jujur”. Melalui kolaborasi antara berbagai jenis AI, seperti generator teks dan gambar, Act I berusaha memajukan pengembangan teknologi AI yang lebih canggih.
Selengkapnya di halaman ACT →Humanity Protocol menawarkan alternatif terdesentralisasi untuk sistem identitas biometrik yang dijalankan pemerintah, memberikan kendali penuh kepada individu atas data identitas dan biometriknya melalui teknologi blockchain yang aman. Hal ini memastikan privasi dan perlindungan dari sensor. Humanity Protocol berfungsi sebagai grafik identitas terbuka yang mendukung kredensial terverifikasi untuk berbagai atribut, seperti informasi pribadi (PII), pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi dalam acara. Pengguna dapat membuktikan berbagai aspek identitas mereka secara selektif tanpa mengorbankan privasi.
Selengkapnya di halaman H →