Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Act I : The AI Prophecy dan The Graph: Act I : The AI Prophecy diperdagangkan di Rp159,33 (kapitalisasi pasar Rp151,9M, volume 24 jam Rp852,22M), sedangkan The Graph diperdagangkan di Rp316,09 (kapitalisasi pasar Rp3,44T, volume 24 jam Rp245,62M). Perbedaan utamanya: The Graph jauh lebih besar — sekitar 22,6× kapitalisasi pasar Act I : The AI Prophecy, dan suplai beredar Act I : The AI Prophecy 948,2M ACT dibanding 10,9B GRT milik The Graph. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Act I : The AI Prophecy selama 37 Hari dan The Graph selama 95 Hari.
| ACT | GRT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp151,9M | Rp3,44T |
Volume (24h) | Rp852,22M | Rp245,62M |
Suplai yang Beredar | 948,2M ACT | 10,9B GRT |
Typical Hold Time | 37 Hari | 95 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token ACT saat ini diperdagangkan pada level Rp149,156 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan momentum bullish pada osilator. Market cap mencapai Rp141,12 juta dengan supply beredar 948,2 juta token. Harga berada di atas support kunci S1 (Rp147) namun di bawah pivot point (Rp156). RSI 6 menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem pada 14,39, sementara ADX mengindikasikan tren kuat.
Outlook: Potensi rebound teknis dari level oversold dengan target resistance R1 (Rp162), namun momentum bearish moving average tetap dominan. Risiko utama volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Peluang pada momentum bullish osilator jika mampu bertahan di atas support S1.
The Graph (GRT) saat ini diperdagangkan di Rp316,09 dengan kapitalisasi pasar Rp3,41 triliun, menunjukkan sinyal teknis bearish yang kuat dengan 16 indikator jual versus 2 beli. Posisi harga berada di zona support kritis antara S2 (Rp314) dan S1 (Rp319), sementara RSI netral menunjukkan momentum lemah. Token ini memiliki waktu hold rata-rata 95 hari, mengindikasikan holding pattern jangka menengah di kalangan investor.
Outlook keseluruhan bearish dengan tekanan jual dominan, namun posisi dekat support kritis menawarkan peluang entry bagi trader jangka pendek. Risiko utama meliputi volatilitas tinggi dan tekanan jual berkelanjutan dari moving averages. Perhatikan level support Rp306 sebagai zona kritis untuk konfirmasi trend selanjutnya.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Act I: The AI Prophecy (umumnya dikenal sebagai Act I) adalah platform open-source yang terdesentralisasi dan mendukung interaksi unik antar sistem AI. Platform ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana berbagai AI, yang didukung oleh token khusus bernama ACT, dapat berkolaborasi satu sama lain serta dengan pengguna manusia. Act I berupaya mendefinisikan ulang chatbot AI tradisional dengan menekankan kreativitas dibandingkan prinsip “membantu, aman, dan jujur”. Melalui kolaborasi antara berbagai jenis AI, seperti generator teks dan gambar, Act I berusaha memajukan pengembangan teknologi AI yang lebih canggih.
Selengkapnya di halaman ACT →The Graph adalah protokol yang mengatur data blockchain dan membuatnya mudah diakses. Protokol ini mendukung banyak aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang paling banyak digunakan dan ekosistem Web3 yang lebih luas.
Selengkapnya di halaman GRT →