Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Act I : The AI Prophecy dan Cloud: Act I : The AI Prophecy diperdagangkan di Rp161,69 (kapitalisasi pasar Rp154,53M, volume 24 jam Rp923,87M), sedangkan Cloud diperdagangkan di Rp360,83 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp16,78M). Perbedaan utamanya: suplai beredar Act I : The AI Prophecy 948,2M ACT dibanding -- milik Cloud, dan Act I : The AI Prophecy lebih aktif diperdagangkan (Rp923,87M vs Rp16,78M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Act I : The AI Prophecy selama 37 Hari dan Cloud selama 10 Hari.
| ACT | CLOUD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp154,53M | -- |
Volume (24h) | Rp923,87M | Rp16,78M |
Suplai yang Beredar | 948,2M ACT | -- |
Typical Hold Time | 37 Hari | 10 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token ACT saat ini diperdagangkan pada level Rp149,156 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan momentum bullish pada osilator. Market cap mencapai Rp141,12 juta dengan supply beredar 948,2 juta token. Harga berada di atas support kunci S1 (Rp147) namun di bawah pivot point (Rp156). RSI 6 menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem pada 14,39, sementara ADX mengindikasikan tren kuat.
Outlook: Potensi rebound teknis dari level oversold dengan target resistance R1 (Rp162), namun momentum bearish moving average tetap dominan. Risiko utama volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Peluang pada momentum bullish osilator jika mampu bertahan di atas support S1.
CLOUD saat ini diperdagangkan di Rp320.41 dengan sinyal teknis bullish didukung moving averages, meski RSI menunjukkan kondisi mendekati overbought. Aset ini memiliki level support kuat di Rp308 dan resistance di Rp337. Dengan max supply terbatas 1 juta token, tokenomics menunjukkan potensi kelangkaan, namun data fundamental terbatas karena tidak ada update protokol atau aktivitas jaringan yang signifikan.
Outlook jangka pendek cenderung positif dengan momentum bullish, namun investor perlu waspada volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Risiko utama termasuk ketiadaan data peredaran dan ketergantungan pada sentimen pasar crypto secara keseluruhan. Peluang terletak pada supply maksimal yang rendah jika ada adopsi ekosistem di masa depan.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Act I: The AI Prophecy (umumnya dikenal sebagai Act I) adalah platform open-source yang terdesentralisasi dan mendukung interaksi unik antar sistem AI. Platform ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana berbagai AI, yang didukung oleh token khusus bernama ACT, dapat berkolaborasi satu sama lain serta dengan pengguna manusia. Act I berupaya mendefinisikan ulang chatbot AI tradisional dengan menekankan kreativitas dibandingkan prinsip “membantu, aman, dan jujur”. Melalui kolaborasi antara berbagai jenis AI, seperti generator teks dan gambar, Act I berusaha memajukan pengembangan teknologi AI yang lebih canggih.
Selengkapnya di halaman ACT →Sanctum adalah protokol liquid staking terkemuka di Solana, melayani pengguna ritel, validator, dan institusi. Protokol ini memungkinkan perusahaan membuat token liquid staking kustom dengan lapisan likuiditas terpadu. Dengan fokus pada integritas dan transparansi, Sanctum membangun infrastruktur penting untuk mengubah crypto dari spekulasi menjadi utilitas praktis, menghadirkan produk crypto etis dan aman bagi pengguna di seluruh dunia.
Selengkapnya di halaman CLOUD →