Perbedaan Access Protocol dan MyShell: Access Protocol diperdagangkan di Rp2,28 (kapitalisasi pasar Rp117,25M, volume 24 jam Rp2,72M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp357,23 (kapitalisasi pasar Rp144,5M, volume 24 jam Rp81,59M). Perbedaan utamanya: MyShell lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai MyShell dibatasi (409,1M / 1B SHELL (41%)), sedangkan Access Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Access Protocol selama 16 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| ACS | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp117,25M | Rp144,5M |
Volume (24h) | Rp2,72M | Rp81,59M |
Suplai yang Beredar | 51,6B ACS | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 16 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Access Protocol menawarkan metode baru bagi penerbit media digital dan kreator konten untuk memonetisasi karya mereka. Alih-alih pembayaran langganan tradisional, pengguna melakukan staking token ACS untuk mendapatkan akses ke konten digital premium.
Selengkapnya di halaman ACS →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →