Perbedaan Access Protocol dan Gram: Access Protocol diperdagangkan di Rp2,23 (kapitalisasi pasar Rp115,03M, volume 24 jam Rp2,47M), sedangkan Gram diperdagangkan di Rp23.950 (kapitalisasi pasar Rp65,84T, volume 24 jam Rp657,54M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 572,4× kapitalisasi pasar Access Protocol, dan suplai beredar Access Protocol 51,6B ACS dibanding 2,8B GRAM milik Gram. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Access Protocol selama 16 Hari dan Gram selama 6 Hari.
| ACS | GRAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp115,03M | Rp65,84T |
Volume (24h) | Rp2,47M | Rp657,54M |
Suplai yang Beredar | 51,6B ACS | 2,8B GRAM |
Typical Hold Time | 16 Hari | 6 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token ACS saat ini diperdagangkan pada Rp 2,27 dengan sinyal teknis bullish didukung indikator moving averages. Market cap mencapai Rp 117,15 juta dengan supply beredar 51,6 juta token. Analisis teknis menunjukkan momentum positif meski osilator dalam kondisi netral.
Outlook jangka pendek cenderung positif dengan support kuat di level Rp 2, namun risiko volatilitas tinggi dan terbatasnya update fundamental perlu diwaspadai. Investor disarankan memantau perkembangan ekosistem dan volume trading secara ketat.
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Access Protocol menawarkan metode baru bagi penerbit media digital dan kreator konten untuk memonetisasi karya mereka. Alih-alih pembayaran langganan tradisional, pengguna melakukan staking token ACS untuk mendapatkan akses ke konten digital premium.
Selengkapnya di halaman ACS →GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →