Perbedaan Access Protocol dan GMX: Access Protocol diperdagangkan di Rp2,23 (kapitalisasi pasar Rp115,52M, volume 24 jam Rp2,23M), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp119.703 (kapitalisasi pasar Rp1,24T, volume 24 jam Rp36,54M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 10,7× kapitalisasi pasar Access Protocol, dan suplai GMX dibatasi (10,5M / 13,3M GMX (79%)), sedangkan Access Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Access Protocol selama 16 Hari dan GMX selama 46 Hari.
| ACS | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp115,52M | Rp1,24T |
Volume (24h) | Rp2,23M | Rp36,54M |
Suplai yang Beredar | 51,6B ACS | 10,5M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 16 Hari | 46 Hari |
Access Protocol menawarkan metode baru bagi penerbit media digital dan kreator konten untuk memonetisasi karya mereka. Alih-alih pembayaran langganan tradisional, pengguna melakukan staking token ACS untuk mendapatkan akses ke konten digital premium.
Selengkapnya di halaman ACS →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →