Perbedaan Access Protocol dan Chromia: Access Protocol diperdagangkan di Rp2,23 (kapitalisasi pasar Rp115,52M, volume 24 jam Rp2,23M), sedangkan Chromia diperdagangkan di Rp237,68 (kapitalisasi pasar Rp234,25M, volume 24 jam Rp10,9M). Perbedaan utamanya: Chromia jauh lebih besar — sekitar 2× kapitalisasi pasar Access Protocol, dan suplai beredar Access Protocol 51,6B ACS dibanding 987,4M CHR milik Chromia. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Access Protocol selama 16 Hari dan Chromia selama 51 Hari.
| ACS | CHR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp115,52M | Rp234,25M |
Volume (24h) | Rp2,23M | Rp10,9M |
Suplai yang Beredar | 51,6B ACS | 987,4M CHR |
Typical Hold Time | 16 Hari | 51 Hari |
Access Protocol menawarkan metode baru bagi penerbit media digital dan kreator konten untuk memonetisasi karya mereka. Alih-alih pembayaran langganan tradisional, pengguna melakukan staking token ACS untuk mendapatkan akses ke konten digital premium.
Selengkapnya di halaman ACS →Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →