Perbedaan Access Protocol dan Astar: Access Protocol diperdagangkan di Rp2,23 (kapitalisasi pasar Rp115,52M, volume 24 jam Rp2,23M), sedangkan Astar diperdagangkan di Rp81,32 (kapitalisasi pasar Rp710,93M, volume 24 jam Rp20,49M). Perbedaan utamanya: Astar jauh lebih besar — sekitar 6,2× kapitalisasi pasar Access Protocol, dan suplai Astar dibatasi (8,7B / 10B ASTR (88%)), sedangkan Access Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Access Protocol selama 16 Hari dan Astar selama 53 Hari.
| ACS | ASTR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp115,52M | Rp710,93M |
Volume (24h) | Rp2,23M | Rp20,49M |
Suplai yang Beredar | 51,6B ACS | 8,7B / 10B ASTR (88%) |
Typical Hold Time | 16 Hari | 53 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Access Protocol menawarkan metode baru bagi penerbit media digital dan kreator konten untuk memonetisasi karya mereka. Alih-alih pembayaran langganan tradisional, pengguna melakukan staking token ACS untuk mendapatkan akses ke konten digital premium.
Selengkapnya di halaman ACS →Astar Network adalah pusat smart contract yang dimanfaatkan oleh aplikasi terdesentralisasi (dApps) dalam ekosistem Web 3.0, dilengkapi dukungan untuk mesin virtual EVM dan WASM. Astar merupakan platform terukur yang digunakan pengembang dApp untuk menghemat biaya dan meningkatkan operasionalitas melalui penggunaan fitur Layer 2 seperti Plasma dan zero-knowledge rollup.
Selengkapnya di halaman ASTR →