Perbedaan Access Protocol dan API3: Access Protocol diperdagangkan di Rp2,28 (kapitalisasi pasar Rp117,25M, volume 24 jam Rp2,72M), sedangkan API3 diperdagangkan di Rp3.363 (kapitalisasi pasar Rp290,6M, volume 24 jam Rp95,5M). Perbedaan utamanya: API3 jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Access Protocol, dan suplai beredar Access Protocol 51,6B ACS dibanding 86,4M API3 milik API3. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Access Protocol selama 16 Hari dan API3 selama 41 Hari.
| ACS | API3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp117,25M | Rp290,6M |
Volume (24h) | Rp2,72M | Rp95,5M |
Suplai yang Beredar | 51,6B ACS | 86,4M API3 |
Typical Hold Time | 16 Hari | 41 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Access Protocol menawarkan metode baru bagi penerbit media digital dan kreator konten untuk memonetisasi karya mereka. Alih-alih pembayaran langganan tradisional, pengguna melakukan staking token ACS untuk mendapatkan akses ke konten digital premium.
Selengkapnya di halaman ACS →API3 merupakan token ERC-20 yang berbasis di blockchain Ethereum. Tujuan API3 adalah untuk menyediakan versi API terdesentralisasi yang akan dibangun, dikelola, dan dimonetisasi. Untuk mencapai status terdesentralisasi sepenuhnya, insentif dari para partisipan disesuaikan melalui tata kelola, keamanan, dan utilitas value capture dari token API3. Proyek ini memiliki model tata kelola yang terbuka dan langsung, di mana pemegang token API3 bisa staking untuk mendapatkan keuntungan hak voting langsung di DAO API3.
Selengkapnya di halaman API3 →