Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Samcro Hyosung Adilestari Tbk. (ACRO) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Samcro Hyosung Adilestari Tbk.
Jaya Agra Wattie Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Samcro Hyosung Adilestari Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Samcro Hyosung Adilestari Tbk. diperdagangkan di Rp60 (kapitalisasi pasar 208,16 M, volume 24 jam 9,55 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp110 (kapitalisasi pasar 1,83 T, volume 24 jam 874 rb). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 8,8× kapitalisasi pasar Samcro Hyosung Adilestari Tbk., dan Samcro Hyosung Adilestari Tbk. lebih aktif diperdagangkan (9,55 jt vs 874 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ACROJAWA
Kapitalisasi Pasar
208,16 M1,83 T
Volume
9,55 jt874 rb
Lot
95,5 rb8,74 rb
Perputaran
587,56 jt97,14 jt
Harga Rata-rata
61,52111,14
Nilai Transaksi
587,56 jt97,14 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
60110
Volume Ekuilibrium Indikatif
2 rb241

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ACRO
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Samcro Hyosung Adilestari Tbk.

PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk (The Company) was established on Republic of Indonesia based on Deed of Establishment No. 265 dated July 21, 1989 by Yudo Paripurno, S.H., Notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman ACRO

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA