Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Samcro Hyosung Adilestari Tbk. (ACRO) vs Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)

Samcro Hyosung Adilestari Tbk.
Saranacentral Bajatama Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Samcro Hyosung Adilestari Tbk. dan Saranacentral Bajatama Tbk: Samcro Hyosung Adilestari Tbk. diperdagangkan di Rp60 (kapitalisasi pasar 208,16 M, volume 24 jam 9,55 jt), sedangkan Saranacentral Bajatama Tbk diperdagangkan di Rp161 (kapitalisasi pasar 289,8 M, volume 24 jam 1,07 jt). Perbedaan utamanya: Saranacentral Bajatama Tbk lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Samcro Hyosung Adilestari Tbk. lebih aktif diperdagangkan (9,55 jt vs 1,07 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ACROBAJA
Kapitalisasi Pasar
208,16 M289,8 M
Volume
9,55 jt1,07 jt
Lot
95,5 rb10,66 rb
Perputaran
587,56 jt172,31 jt
Harga Rata-rata
61,52161,63
Nilai Transaksi
587,56 jt172,31 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
60161
Volume Ekuilibrium Indikatif
2 rb416

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ACRO
Lihat detail
BAJA
Lihat detail

Tentang Samcro Hyosung Adilestari Tbk.

PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk (The Company) was established on Republic of Indonesia based on Deed of Establishment No. 265 dated July 21, 1989 by Yudo Paripurno, S.H., Notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman ACRO

Tentang Saranacentral Bajatama Tbk

PT. Saranacentral Bajatama (SCB), established in 1996, is belonging to Sarana Steel Group, which was set up in 1970 and has built up its strong reputation in the worldwide steel industry. In order to provide competitive Hot-Dip Galvanized Steel Sheet/Coil to the customers, SCB take advantage of more advanced NOF (Non-Oxidation Furnace) System for production process, by which SCB differentiate itself from other competitors that use conventional processing system.

Selengkapnya di halaman BAJA