Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja AC Milan Fan Token (ACM) vs Boba Network (BOBA)

AC Milan Fan Token
Boba Network

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan AC Milan Fan Token dan Boba Network: AC Milan Fan Token diperdagangkan di Rp5.149 (kapitalisasi pasar Rp71,08M, volume 24 jam Rp23,41M), sedangkan Boba Network diperdagangkan di Rp356,24 (kapitalisasi pasar Rp172,28M, volume 24 jam Rp55,74M). Perbedaan utamanya: Boba Network jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar AC Milan Fan Token, dan suplai beredar AC Milan Fan Token 13,8M / 19,9M ACM (70%) dibanding 493,6M / 500M BOBA (99%) milik Boba Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan AC Milan Fan Token selama 95 Hari dan Boba Network selama 9 Hari.

ACMBOBA
Kap. Pasar
Rp71,08MRp172,28M
Volume (24h)
Rp23,41MRp55,74M
Suplai yang Beredar
13,8M / 19,9M ACM (70%)493,6M / 500M BOBA (99%)
Typical Hold Time
95 Hari9 Hari

Ringkasan Aura AI

Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial

AC Milan Fan Token

AC Milan Fan Token (ACM) menunjukkan sinyal teknis bearish dengan harga saat ini Rp5.082, turun 21% dalam 3 bulan terakhir. Token ini diperdagangkan di bawah pivot point Rp5.203 dengan support kuat di Rp4.889. RSI netral menunjukkan momentum lemah, sementara ADX mengindikasikan tren bearish yang kuat. Supply yang beredar mencapai 13,8 juta dari total 19,9 juta token, dengan rata-rata hold time 95 hari mencerminkan sentimen jangka panjang yang hati-hati di kalangan holder.

Outlook keseluruhan bearish dengan risiko tinggi terhadap penurunan lebih lanjut menuju support Rp4.889. Peluang terbatas pada rebound teknis jika harga bertahan di atas support, namun tekanan jual dari moving averages dan volume rendah membatasi potensi kenaikan. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi fan token, ketergantungan pada performa klub, dan likuiditas terbatas di pasar IDR.

Boba Network

Boba Network saat ini diperdagangkan di zona Rp353–Rp366 dengan sinyal teknis bearish didorong oleh rata-rata bergerak. Harga terkini Rp356,67 berada di bawah pivot point Rp366, menunjukkan tekanan jual jangka pendek. Sirkulasi token mencapai 99% dari pasokan maksimum 500 juta BOBA, dengan waktu tahan rata-rata 9 hari. Tidak ada pembaruan protokol besar yang dilaporkan baru-baru ini berdasarkan data CoinGecko per 2024-07-20.

Outlook keseluruhan netral-cenderung bearish dengan peluang di level support Rp333–Rp353, namun risiko volatilitas tinggi dan sentimen pasar kripto yang lesu perlu diwaspadai. Investor harus memantau pergerakan whale dan likuiditas di bursa utama seperti Binance dan KuCoin untuk konfirmasi tren.

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

ACM
54% Beli46% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 95 Hari
BOBA
52% Beli48% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 9 Hari

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

Tentang AC Milan Fan Token

ACM adalah fan token dari tim sepak bola AC Millan. Token ini membawa lebih jauh dukungan penggemar serta memberikan penggemar kesempatan untuk lebih dekat dengan tim dan pemain favorit mereka, melalui hadiah seperti undangan VIP, meet and greet, dan merchandise bertandatangan. ACM dapat digunakan untuk tiga fungsi utama, yaitu tata kelola (berkepentingan dalam pengambilan keputusan klub), hadiah (berdasarkan keterlibatan), dan staking (berkesempatan mendapatkan NFT).

Selengkapnya di halaman ACM

Tentang Boba Network

Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.

Selengkapnya di halaman BOBA