Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja AC Milan Fan Token (ACM) vs Act I : The AI Prophecy (ACT)

AC Milan Fan Token
Act I : The AI Prophecy

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan AC Milan Fan Token dan Act I : The AI Prophecy: AC Milan Fan Token diperdagangkan di Rp5.095 (kapitalisasi pasar Rp70,93M, volume 24 jam Rp33,6M), sedangkan Act I : The AI Prophecy diperdagangkan di Rp159,84 (kapitalisasi pasar Rp151,18M, volume 24 jam Rp845,36M). Perbedaan utamanya: Act I : The AI Prophecy jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar AC Milan Fan Token, dan suplai AC Milan Fan Token dibatasi (13,8M / 19,9M ACM (70%)), sedangkan Act I : The AI Prophecy terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan AC Milan Fan Token selama 95 Hari dan Act I : The AI Prophecy selama 37 Hari.

ACMACT
Kap. Pasar
Rp70,93MRp151,18M
Volume (24h)
Rp33,6MRp845,36M
Suplai yang Beredar
13,8M / 19,9M ACM (70%)948,2M ACT
Typical Hold Time
95 Hari37 Hari

Ringkasan Aura AI

Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial

AC Milan Fan Token

AC Milan Fan Token (ACM) menunjukkan sinyal teknis bearish dengan harga saat ini Rp5.082, turun 21% dalam 3 bulan terakhir. Token ini diperdagangkan di bawah pivot point Rp5.203 dengan support kuat di Rp4.889. RSI netral menunjukkan momentum lemah, sementara ADX mengindikasikan tren bearish yang kuat. Supply yang beredar mencapai 13,8 juta dari total 19,9 juta token, dengan rata-rata hold time 95 hari mencerminkan sentimen jangka panjang yang hati-hati di kalangan holder.

Outlook keseluruhan bearish dengan risiko tinggi terhadap penurunan lebih lanjut menuju support Rp4.889. Peluang terbatas pada rebound teknis jika harga bertahan di atas support, namun tekanan jual dari moving averages dan volume rendah membatasi potensi kenaikan. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi fan token, ketergantungan pada performa klub, dan likuiditas terbatas di pasar IDR.

Act I : The AI Prophecy

Token ACT saat ini diperdagangkan pada level Rp149,156 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan momentum bullish pada osilator. Market cap mencapai Rp141,12 juta dengan supply beredar 948,2 juta token. Harga berada di atas support kunci S1 (Rp147) namun di bawah pivot point (Rp156). RSI 6 menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem pada 14,39, sementara ADX mengindikasikan tren kuat.

Outlook: Potensi rebound teknis dari level oversold dengan target resistance R1 (Rp162), namun momentum bearish moving average tetap dominan. Risiko utama volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas. Peluang pada momentum bullish osilator jika mampu bertahan di atas support S1.

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

ACM
54% Beli46% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 95 Hari
ACT
79% Beli21% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 37 Hari

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

Tentang AC Milan Fan Token

ACM adalah fan token dari tim sepak bola AC Millan. Token ini membawa lebih jauh dukungan penggemar serta memberikan penggemar kesempatan untuk lebih dekat dengan tim dan pemain favorit mereka, melalui hadiah seperti undangan VIP, meet and greet, dan merchandise bertandatangan. ACM dapat digunakan untuk tiga fungsi utama, yaitu tata kelola (berkepentingan dalam pengambilan keputusan klub), hadiah (berdasarkan keterlibatan), dan staking (berkesempatan mendapatkan NFT).

Selengkapnya di halaman ACM

Tentang Act I : The AI Prophecy

Act I: The AI Prophecy (umumnya dikenal sebagai Act I) adalah platform open-source yang terdesentralisasi dan mendukung interaksi unik antar sistem AI. Platform ini bertujuan menciptakan ekosistem di mana berbagai AI, yang didukung oleh token khusus bernama ACT, dapat berkolaborasi satu sama lain serta dengan pengguna manusia. Act I berupaya mendefinisikan ulang chatbot AI tradisional dengan menekankan kreativitas dibandingkan prinsip “membantu, aman, dan jujur”. Melalui kolaborasi antara berbagai jenis AI, seperti generator teks dan gambar, Act I berusaha memajukan pengembangan teknologi AI yang lebih canggih.

Selengkapnya di halaman ACT