Perbedaan Alchemy Pay dan Haedal Protocol: Alchemy Pay diperdagangkan di Rp74,29 (kapitalisasi pasar Rp741,39M, volume 24 jam Rp67,92M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp286,42 (kapitalisasi pasar Rp138,4M, volume 24 jam Rp24,07M). Perbedaan utamanya: Alchemy Pay jauh lebih besar — sekitar 5,4× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai beredar Alchemy Pay 10B / 15,3B ACH (66%) dibanding 483,3M / 1B HAEDAL (49%) milik Haedal Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Alchemy Pay selama 48 Hari dan Haedal Protocol selama 15 Hari.
| ACH | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp741,39M | Rp138,4M |
Volume (24h) | Rp67,92M | Rp24,07M |
Suplai yang Beredar | 10B / 15,3B ACH (66%) | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) |
Typical Hold Time | 48 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Alchemy Pay adalah penyedia solusi pembayaran yang menghubungkan ekonomi fiat dan kripto untuk konsumen, pedagang, pengembang, dan institusi secara global. ACH adalah native token ERC-20 di atas blockchain Ethereum.
Selengkapnya di halaman ACH →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →