Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) vs Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

Adaro Andalan Indonesia Tbk.Trading
Bank Danamon Indonesia TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Adaro Andalan Indonesia Tbk. dan Bank Danamon Indonesia Tbk: Adaro Andalan Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp9.350 (kapitalisasi pasar 71,83 T, volume 24 jam 5,03 jt), sedangkan Bank Danamon Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp4.300 (kapitalisasi pasar 40,64 T, volume 24 jam 2,17 jt). Perbedaan utamanya: Adaro Andalan Indonesia Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Adaro Andalan Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (5,03 jt vs 2,17 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AADIBDMN
Kapitalisasi Pasar
71,83 T40,64 T
Volume
5,03 jt2,17 jt
Lot
50,33 rb21,66 rb
Perputaran
46,72 M9,21 M
Harga Rata-rata
9.282,414.252,3
Nilai Transaksi
46,72 M9,21 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
9.3504.300
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,45 rb1,51 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AADI
Lihat detail
BDMN
Lihat detail

Tentang Adaro Andalan Indonesia Tbk.

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (formerly PT Alam Tri Abadi) (Company) was established based on Notarial Deed No. 2 which was made in the presence of Ir. Rusli, S.H., Notary in Bekasi, dated December 1, 2004.

Selengkapnya di halaman AADI

Tentang Bank Danamon Indonesia Tbk

Bank Danamon (the Bank) domiciled in Jakarta, was established on July 16, 1956, based on the notarial deed No. 134 of Meester Raden Soedja, S.H. The Bank received its permit as a commercial bank the following September 1956, and became a foreign exchange bank in November 1988. During the Asian Financial crisis of 1997, Bank Danamon ran into a liquidity insolvency and was taken over by the government of Indonesia in April 1998, which placed in the care of the Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA) to be included in the bank recapitalization and merger programs. Following a third rights issue by Bank Danamon and the subsequent merging of Bank PDFCI into the Bank on December 30, 1999; the racapitalizaton of Bank Danamon which increased its statutory capital To Rp 10 trillion on May 17, 2000; and the merging of eight private banks (Bank Jaya, Bank Tiara Asia, Bank Pos Nusntara, Bank Rama, Bank Tamara, Bank Nusa Nasional, Bank Duta and Bank Bank Risjad Salim International) into Bank Danamon on June 30, 2000; Bank Danamon re-emerged as one of Indonesia’s four designated core banks along with Bank Central Asia in the private sector, and with Bank andiri and Bank BNI in the Public sector.

Selengkapnya di halaman BDMN