Perbedaan 1inch Network dan STBL: 1inch Network diperdagangkan di Rp1.483 (kapitalisasi pasar Rp2,1T, volume 24 jam Rp95,56M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp413,33 (kapitalisasi pasar Rp294,25M, volume 24 jam Rp28,19M). Perbedaan utamanya: 1inch Network jauh lebih besar — sekitar 7,1× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai beredar 1inch Network 1,4B / 1,5B 1INCH (95%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan 1inch Network selama 124 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| 1INCH | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,1T | Rp294,25M |
Volume (24h) | Rp95,56M | Rp28,19M |
Suplai yang Beredar | 1,4B / 1,5B 1INCH (95%) | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 124 Hari | 7 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token 1INCH saat ini diperdagangkan di zona netral dengan harga Rp1.496, mendekati level pivot Rp1.485. Sinyal teknis menunjukkan kondisi seimbang antara pembeli dan penjual dengan momentum bearish pada moving average. Market cap mencapai Rp2,11 triliun dengan sirkulasi token 95% dari total supply. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan dalam periode terakhir.
Outlook netral dengan peluang rebound dari support Rp1.457, namun risiko volatilitas tinggi mengingat kondisi pasar kripto yang tidak pasti. Perhatikan level resistance kunci di Rp1.503 dan Rp1.531 sebagai target potensial, sementara breakdown di bawah Rp1.411 bisa memicu penurunan lebih lanjut.
Belum ada sinyal Aura AI.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
1inch Network menyatukan protokol terdesentralisasi yang sinerginya memungkinkan operasi yang paling menguntungkan, tercepat, dan terlindungi di ruang DeFi. Protokol pertamanya adalah solusi agregator pertukaran terdesentralisasi (DEX) yang mencari transaksi di berbagai sumber likuiditas, menawarkan harga yang lebih baik kepada pengguna dibandingkan exchange individu mana pun.
Selengkapnya di halaman 1INCH →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →