Perbedaan 1inch Network dan Loopring: 1inch Network diperdagangkan di Rp1.487 (kapitalisasi pasar Rp2,1T, volume 24 jam Rp81,08M), sedangkan Loopring diperdagangkan di Rp319,34 (kapitalisasi pasar Rp532,87M, volume 24 jam Rp250,37M). Perbedaan utamanya: 1inch Network jauh lebih besar — sekitar 3,9× kapitalisasi pasar Loopring, dan suplai 1inch Network dibatasi (1,4B / 1,5B 1INCH (95%)), sedangkan Loopring terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan 1inch Network selama 125 Hari dan Loopring selama 74 Hari.
| 1INCH | LRC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,1T | Rp532,87M |
Volume (24h) | Rp81,08M | Rp250,37M |
Suplai yang Beredar | 1,4B / 1,5B 1INCH (95%) | 1,4B LRC |
Typical Hold Time | 125 Hari | 74 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
1inch Network menyatukan protokol terdesentralisasi yang sinerginya memungkinkan operasi yang paling menguntungkan, tercepat, dan terlindungi di ruang DeFi. Protokol pertamanya adalah solusi agregator pertukaran terdesentralisasi (DEX) yang mencari transaksi di berbagai sumber likuiditas, menawarkan harga yang lebih baik kepada pengguna dibandingkan exchange individu mana pun.
Selengkapnya di halaman 1INCH →LRC adalah token berbasis Ethereum milik Loopring, sebuah protokol terbuka yang dirancang untuk membangun bursa kripto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan pencocokan centralized order dengan penyelesaian order pada blockchain yang terdesentralisasi, menjadikannya produk hybrid yang akan mengambil aspek terbaik dari bursa centralized dan bursa terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman LRC →