Perbedaan 1inch Network dan ApeX Protocol: 1inch Network diperdagangkan di Rp1.487 (kapitalisasi pasar Rp2,1T, volume 24 jam Rp81,08M), sedangkan ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.744 (kapitalisasi pasar Rp551,6M, volume 24 jam Rp19,89M). Perbedaan utamanya: 1inch Network jauh lebih besar — sekitar 3,8× kapitalisasi pasar ApeX Protocol, dan suplai beredar 1inch Network 1,4B / 1,5B 1INCH (95%) dibanding 146,2M / 500M APEX (30%) milik ApeX Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan 1inch Network selama 125 Hari dan ApeX Protocol selama 20 Hari.
| 1INCH | APEX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,1T | Rp551,6M |
Volume (24h) | Rp81,08M | Rp19,89M |
Suplai yang Beredar | 1,4B / 1,5B 1INCH (95%) | 146,2M / 500M APEX (30%) |
Typical Hold Time | 125 Hari | 20 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
1INCH Network saat ini diperdagangkan di Rp1.487 dengan kapitalisasi pasar Rp2,1T, menunjukkan sinyal teknis netral dengan moving averages bullish dan osilator netral. Token telah mencapai 95% sirkulasi dengan rata-rata hold time 125 hari. Harga berada di zona support kunci Rp1.481-Rp1.488 dengan resistance di Rp1.496-Rp1.511. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan dalam beberapa pekan terakhir.
Outlook keseluruhan netral dengan peluang dari momentum bullish moving averages, namun dibatasi oleh sinyal osilator yang lemah. Risiko utama termasuk volatilitas crypto tinggi, ketidakpastian regulasi, dan ketergantungan pada aktivitas perdagangan DEX. Investor harus memantau level support Rp1.466 sebagai zona kritis.
Belum ada sinyal Aura AI.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
1inch Network menyatukan protokol terdesentralisasi yang sinerginya memungkinkan operasi yang paling menguntungkan, tercepat, dan terlindungi di ruang DeFi. Protokol pertamanya adalah solusi agregator pertukaran terdesentralisasi (DEX) yang mencari transaksi di berbagai sumber likuiditas, menawarkan harga yang lebih baik kepada pengguna dibandingkan exchange individu mana pun.
Selengkapnya di halaman 1INCH →ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →