Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan 1inch Network dan ALLORA: 1inch Network diperdagangkan di Rp1.276 (kapitalisasi pasar Rp1,8T, volume 24 jam Rp156,03M), sedangkan ALLORA diperdagangkan di Rp7.286 (kapitalisasi pasar Rp1,46T, volume 24 jam Rp718,47M). Perbedaan utamanya: 1inch Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar 1inch Network 1,4B / 1,5B 1INCH (95%) dibanding 200,5M / 1B ALLO (21%) milik ALLORA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan 1inch Network selama 122 Hari dan ALLORA selama 2 Hari.
| 1INCH | ALLO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,8T | Rp1,46T |
Volume (24h) | Rp156,03M | Rp718,47M |
Suplai yang Beredar | 1,4B / 1,5B 1INCH (95%) | 200,5M / 1B ALLO (21%) |
Typical Hold Time | 122 Hari | 2 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token 1INCH saat ini diperdagangkan di Rp1.259 dengan sinyal teknis keseluruhan bearish, didorong oleh moving average yang menunjukkan tekanan jual. Posisi harga berada di dekat support S1 (Rp1.259) dengan RSI 6 periode di zona overbought. Tidak ada perkembangan fundamental signifikan yang dilaporkan untuk jaringan ini dalam periode terakhir.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan risiko dominan dari volatilitas pasar kripto. Peluang terbatas pada breakout di atas resistance R1 (Rp1.300), sementara risiko utama termasuk likuiditas terbatas dan tekanan jual teknis yang berkelanjutan. Investor harus memantau level support kunci untuk konfirmasi arah trend selanjutnya.
ALLO menunjukkan sinyal teknis bullish dengan harga saat ini Rp7.374,72 dan market cap Rp1,46 triliun. Moving averages memberikan sinyal beli kuat (13-0-0) sementara RSI jangka pendek menunjukkan kondisi overbought. Token ini berada di zona resistance kunci dengan support utama di Rp6.865 dan resistance di Rp7.657. Supply terbatas 1 juta token dengan sirkulasi 21% menciptakan dinamika supply-demand yang menarik.
Outlook positif didukung momentum teknis bullish namun perlu waspada terhadap volatilitas tinggi khas crypto. Peluang utama terletak pada momentum bullish dan supply terbatas, sementara risiko utama adalah kondisi overbought RSI dan volatilitas pasar crypto yang dapat memicu koreksi tajam. Investor disarankan memantau level support kritis untuk manajemen risiko.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
1inch Network menyatukan protokol terdesentralisasi yang sinerginya memungkinkan operasi yang paling menguntungkan, tercepat, dan terlindungi di ruang DeFi. Protokol pertamanya adalah solusi agregator pertukaran terdesentralisasi (DEX) yang mencari transaksi di berbagai sumber likuiditas, menawarkan harga yang lebih baik kepada pengguna dibandingkan exchange individu mana pun.
Selengkapnya di halaman 1INCH →APRO adalah protokol oracle data yang menghadirkan informasi dunia nyata ke jaringan blockchain. Protokol ini mendukung berbagai aplikasi seperti RWA, AI, prediction market, dan DeFi dengan menyediakan data on-chain yang andal. Infrastruktur APRO memanfaatkan model machine learning untuk meningkatkan validasi dan sourcing data, sehingga developer mendapatkan informasi yang akurat dan tahan manipulasi.
Selengkapnya di halaman ALLO →