Perbedaan 1inch Network dan ALLORA: 1inch Network diperdagangkan di Rp1.485 (kapitalisasi pasar Rp2,1T, volume 24 jam Rp74,09M), sedangkan ALLORA diperdagangkan di Rp5.095 (kapitalisasi pasar Rp1,02T, volume 24 jam Rp2,84T). Perbedaan utamanya: 1inch Network jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar ALLORA, dan suplai beredar 1inch Network 1,4B / 1,5B 1INCH (95%) dibanding 200,5M / 1B ALLO (21%) milik ALLORA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan 1inch Network selama 125 Hari dan ALLORA selama 3 Hari.
| 1INCH | ALLO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,1T | Rp1,02T |
Volume (24h) | Rp74,09M | Rp2,84T |
Suplai yang Beredar | 1,4B / 1,5B 1INCH (95%) | 200,5M / 1B ALLO (21%) |
Typical Hold Time | 125 Hari | 3 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token 1INCH saat ini diperdagangkan pada Rp1.478 dengan sinyal teknis netral. Posisi harga berada di antara support utama Rp1.457 dan resistance Rp1.503, mencerminkan konsolidasi jangka pendek. Market cap mencapai Rp2,09 triliun dengan 95% token beredar. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan dalam beberapa pekan terakhir berdasarkan CoinGecko per 2024.
Outlook keseluruhan netral dengan peluang rebound dari support, namun risiko volatilitas tinggi mengingat sinyal teknis yang beragam. Investor perlu memantau volume perdagangan dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan untuk konfirmasi arah selanjutnya.
ALLO saat ini diperdagangkan di Rp5.089,88 dengan kapitalisasi pasar Rp1,03 triliun. Sinyal teknis netral dengan momentum bearish dari moving average namun osilator menunjukkan kondisi seimbang. Token memiliki supply maksimum 1 juta dengan sirkulasi 21% dan rata-rata hold time 3 hari, menunjukkan aktivitas trading jangka pendek yang tinggi.
Outlook netral dengan potensi volatilitas tinggi. Peluang terletak pada momentum positif dari indikator ADX, namun risiko utama adalah RSI 6-period yang overbought dan likuiditas terbatas. Investor perlu waspada terhadap volatilitas tinggi khas crypto dengan hold time pendek.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
1inch Network menyatukan protokol terdesentralisasi yang sinerginya memungkinkan operasi yang paling menguntungkan, tercepat, dan terlindungi di ruang DeFi. Protokol pertamanya adalah solusi agregator pertukaran terdesentralisasi (DEX) yang mencari transaksi di berbagai sumber likuiditas, menawarkan harga yang lebih baik kepada pengguna dibandingkan exchange individu mana pun.
Selengkapnya di halaman 1INCH →APRO adalah protokol oracle data yang menghadirkan informasi dunia nyata ke jaringan blockchain. Protokol ini mendukung berbagai aplikasi seperti RWA, AI, prediction market, dan DeFi dengan menyediakan data on-chain yang andal. Infrastruktur APRO memanfaatkan model machine learning untuk meningkatkan validasi dan sourcing data, sehingga developer mendapatkan informasi yang akurat dan tahan manipulasi.
Selengkapnya di halaman ALLO →