Perbedaan 0G dan STBL: 0G diperdagangkan di Rp2.906 (kapitalisasi pasar Rp613,59M, volume 24 jam Rp398,04M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp414,4 (kapitalisasi pasar Rp294,25M, volume 24 jam Rp28,19M). Perbedaan utamanya: 0G jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai STBL dibatasi (700M / 10B STBL (8%)), sedangkan 0G terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan 0G selama 10 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| 0G | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp613,59M | Rp294,25M |
Volume (24h) | Rp398,04M | Rp28,19M |
Suplai yang Beredar | 213,2M 0G | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 10 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
0G adalah blockchain Layer 1 modular yang berfungsi sebagai sistem operasi AI terdesentralisasi. Platform ini mendukung aplikasi AI langsung di blockchain melalui penyimpanan dan sumber daya komputasi berskala besar. Infrastrukturnya memungkinkan pengembangan model AI yang dapat diverifikasi serta berbagai penggunaan AI secara real-time. Dengan kompatibilitas lintas rantai, 0G terhubung dengan jaringan Layer 1 dan Layer 2, jaringan infrastruktur fisik terdesentralisasi (DePIN), ekosistem gim, dan sistem zero-knowledge (ZK) proof—membangun fondasi kokoh bagi AI terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman 0G →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →