Perbedaan 0G dan Merlin Chain: 0G diperdagangkan di Rp2.943 (kapitalisasi pasar Rp629,28M, volume 24 jam Rp144,53M), sedangkan Merlin Chain diperdagangkan di Rp318,37 (kapitalisasi pasar Rp429,68M, volume 24 jam Rp23,37M). Perbedaan utamanya: 0G lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Merlin Chain dibatasi (1,4B / 2,1B MERL (65%)), sedangkan 0G terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan 0G selama 10 Hari dan Merlin Chain selama 10 Hari.
| 0G | MERL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp629,28M | Rp429,68M |
Volume (24h) | Rp144,53M | Rp23,37M |
Suplai yang Beredar | 213,2M 0G | 1,4B / 2,1B MERL (65%) |
Typical Hold Time | 10 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
0G adalah blockchain Layer 1 modular yang berfungsi sebagai sistem operasi AI terdesentralisasi. Platform ini mendukung aplikasi AI langsung di blockchain melalui penyimpanan dan sumber daya komputasi berskala besar. Infrastrukturnya memungkinkan pengembangan model AI yang dapat diverifikasi serta berbagai penggunaan AI secara real-time. Dengan kompatibilitas lintas rantai, 0G terhubung dengan jaringan Layer 1 dan Layer 2, jaringan infrastruktur fisik terdesentralisasi (DePIN), ekosistem gim, dan sistem zero-knowledge (ZK) proof—membangun fondasi kokoh bagi AI terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman 0G →Merlin Chain adalah solusi Layer 2 untuk Bitcoin yang mengintegrasikan jaringan ZK-Rollup, jaringan oracle terdesentralisasi, dan fraud proofs. Tujuannya adalah meningkatkan aset, protokol, dan aplikasi Layer 1 Bitcoin, mendorong inovasi, dan memaksimalkan potensi aset di Layer 2. Token asli, MERL, digunakan untuk staking guna mendukung keamanan Merlin Chain.
Selengkapnya di halaman MERL →