Perbedaan 0G dan Gas: 0G diperdagangkan di Rp2.946 (kapitalisasi pasar Rp620,42M, volume 24 jam Rp143,96M), sedangkan Gas diperdagangkan di Rp16.572 (kapitalisasi pasar Rp1,08T, volume 24 jam Rp18,41M). Perbedaan utamanya: Gas lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar 0G 213,2M 0G dibanding 65M GAS milik Gas. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan 0G selama 10 Hari dan Gas selama 48 Hari.
| 0G | GAS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp620,42M | Rp1,08T |
Volume (24h) | Rp143,96M | Rp18,41M |
Suplai yang Beredar | 213,2M 0G | 65M GAS |
Typical Hold Time | 10 Hari | 48 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
0G adalah blockchain Layer 1 modular yang berfungsi sebagai sistem operasi AI terdesentralisasi. Platform ini mendukung aplikasi AI langsung di blockchain melalui penyimpanan dan sumber daya komputasi berskala besar. Infrastrukturnya memungkinkan pengembangan model AI yang dapat diverifikasi serta berbagai penggunaan AI secara real-time. Dengan kompatibilitas lintas rantai, 0G terhubung dengan jaringan Layer 1 dan Layer 2, jaringan infrastruktur fisik terdesentralisasi (DePIN), ekosistem gim, dan sistem zero-knowledge (ZK) proof—membangun fondasi kokoh bagi AI terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman 0G →GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →