Perbedaan 0G dan Bulla: 0G diperdagangkan di Rp2.925 (kapitalisasi pasar Rp629,28M, volume 24 jam Rp144,53M), sedangkan Bulla diperdagangkan di Rp284,67 (kapitalisasi pasar Rp298,6M, volume 24 jam Rp27,11M). Perbedaan utamanya: 0G jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Bulla, dan suplai Bulla dibatasi (1B / 1B BULLA (100%)), sedangkan 0G terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan 0G selama 10 Hari dan Bulla selama 5 Hari.
| 0G | BULLA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp629,28M | Rp298,6M |
Volume (24h) | Rp144,53M | Rp27,11M |
Suplai yang Beredar | 213,2M 0G | 1B / 1B BULLA (100%) |
Typical Hold Time | 10 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
0G adalah blockchain Layer 1 modular yang berfungsi sebagai sistem operasi AI terdesentralisasi. Platform ini mendukung aplikasi AI langsung di blockchain melalui penyimpanan dan sumber daya komputasi berskala besar. Infrastrukturnya memungkinkan pengembangan model AI yang dapat diverifikasi serta berbagai penggunaan AI secara real-time. Dengan kompatibilitas lintas rantai, 0G terhubung dengan jaringan Layer 1 dan Layer 2, jaringan infrastruktur fisik terdesentralisasi (DePIN), ekosistem gim, dan sistem zero-knowledge (ZK) proof—membangun fondasi kokoh bagi AI terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman 0G →Bulla adalah protokol terdesentralisasi yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen kredit on-chain dan aliran pembayaran otomatis. Platform ini menyediakan alat bagi bisnis untuk menangani faktur dan penggajian secara transparan. BULLA adalah token asli yang digunakan untuk biaya platform, tata kelola, dan insentif.
Selengkapnya di halaman BULLA →