Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan 0G dan Blast: 0G diperdagangkan di Rp3.384 (kapitalisasi pasar Rp724M, volume 24 jam Rp265,19M), sedangkan Blast diperdagangkan di Rp4,78 (kapitalisasi pasar Rp310,08M, volume 24 jam Rp59,38M). Perbedaan utamanya: 0G jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai Blast dibatasi (64,9B / 100B BLAST (65%)), sedangkan 0G terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan 0G selama 9 Hari dan Blast selama 25 Hari.
| 0G | BLAST | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp724M | Rp310,08M |
Volume (24h) | Rp265,19M | Rp59,38M |
Suplai yang Beredar | 213,2M 0G | 64,9B / 100B BLAST (65%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 25 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token 0G saat ini diperdagangkan di zona Rp3.395 dengan sinyal teknis bearish berdasarkan moving averages, meskipun osilator netral. Market cap Rp728,49 juta dan hold time rata-rata 9 hari menunjukkan volatilitas tinggi. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Outlook keseluruhan bearish dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang terbatas pada momentum oversold jangka pendek, namun investor harus waspada terhadap tekanan jual berkelanjutan dan likuiditas rendah yang dapat memperparah pergerakan harga.
BLAST saat ini diperdagangkan pada Rp4.9231 dengan kapitalisasi pasar Rp313,12 juta, menunjukkan sinyal teknis bearish dari moving averages meski osilator netral. Token telah mencapai 65% dari total supply dengan rata-rata hold time 25 hari. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat.
Outlook keseluruhan cenderung hati-hati dengan tekanan jual dominan. Peluang terbatas pada potensi rebound dari level support, namun risiko volatilitas tinggi dan likuiditas rendah perlu diwaspadai. Investor disarankan memantau volume trading dan aktivitas on-chain untuk konfirmasi trend.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
0G adalah blockchain Layer 1 modular yang berfungsi sebagai sistem operasi AI terdesentralisasi. Platform ini mendukung aplikasi AI langsung di blockchain melalui penyimpanan dan sumber daya komputasi berskala besar. Infrastrukturnya memungkinkan pengembangan model AI yang dapat diverifikasi serta berbagai penggunaan AI secara real-time. Dengan kompatibilitas lintas rantai, 0G terhubung dengan jaringan Layer 1 dan Layer 2, jaringan infrastruktur fisik terdesentralisasi (DePIN), ekosistem gim, dan sistem zero-knowledge (ZK) proof—membangun fondasi kokoh bagi AI terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman 0G →Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →