Perbedaan 0G dan API3: 0G diperdagangkan di Rp2.857 (kapitalisasi pasar Rp607,28M, volume 24 jam Rp195,1M), sedangkan API3 diperdagangkan di Rp3.381 (kapitalisasi pasar Rp291,56M, volume 24 jam Rp93,99M). Perbedaan utamanya: 0G jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar API3, dan suplai beredar 0G 213,2M 0G dibanding 86,4M API3 milik API3. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan 0G selama 10 Hari dan API3 selama 41 Hari.
| 0G | API3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp607,28M | Rp291,56M |
Volume (24h) | Rp195,1M | Rp93,99M |
Suplai yang Beredar | 213,2M 0G | 86,4M API3 |
Typical Hold Time | 10 Hari | 41 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
0G adalah blockchain Layer 1 modular yang berfungsi sebagai sistem operasi AI terdesentralisasi. Platform ini mendukung aplikasi AI langsung di blockchain melalui penyimpanan dan sumber daya komputasi berskala besar. Infrastrukturnya memungkinkan pengembangan model AI yang dapat diverifikasi serta berbagai penggunaan AI secara real-time. Dengan kompatibilitas lintas rantai, 0G terhubung dengan jaringan Layer 1 dan Layer 2, jaringan infrastruktur fisik terdesentralisasi (DePIN), ekosistem gim, dan sistem zero-knowledge (ZK) proof—membangun fondasi kokoh bagi AI terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman 0G →API3 merupakan token ERC-20 yang berbasis di blockchain Ethereum. Tujuan API3 adalah untuk menyediakan versi API terdesentralisasi yang akan dibangun, dikelola, dan dimonetisasi. Untuk mencapai status terdesentralisasi sepenuhnya, insentif dari para partisipan disesuaikan melalui tata kelola, keamanan, dan utilitas value capture dari token API3. Proyek ini memiliki model tata kelola yang terbuka dan langsung, di mana pemegang token API3 bisa staking untuk mendapatkan keuntungan hak voting langsung di DAO API3.
Selengkapnya di halaman API3 →