Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Kewirausahaan Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-Jenisnya
shareIcon

Kewirausahaan Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-Jenisnya

7 Aug 2023, 3:46 PM
·
Waktu baca: 8 menit
shareIcon
Kategori
Ilustrasi-pengertian-dan-jenis-jenis-kewirausahaan-adalah
Kewirausahaan adalah keseluruhan upaya individu atau kelompok untuk mengejar peluang di luar sumber daya yang mereka miliki saat ini demi membangun sebuah bisnis baru. Istilah ini merujuk pada segala aktivitas yang dilakukan seorang wirausahawan (entrepreneur), mulai dari menemukan peluang, mengelola risiko, hingga menciptakan nilai baru bagi masyarakat. Artikel ini membahas pengertian, tujuan, jenis konsep, jenis usaha, manfaat, hingga tipe-tipe wirausahawan yang perlu kamu pahami.

Apa Itu Kewirausahaan?

Kewirausahaan adalah istilah umum yang merujuk pada segala hal yang berkaitan dengan memulai dan menjalankan bisnis, biasanya oleh seorang individu yang disebut wirausahawan (entrepreneur). Hingga kini, pengertian kewirausahaan belum memiliki satu definisi baku yang disepakati secara universal.

Akademisi studi kewirausahaan Harvard Business School, Howard Stevenson, mendefinisikan kewirausahaan sebagai upaya yang dilakukan individu untuk mengejar peluang di luar sumber daya yang mereka kendalikan saat ini (Investopedia). Sementara itu, Stanford Center for Professional Development di Universitas Stanford mendefinisikan kewirausahaan sebagai kegiatan seorang individu atau kelompok yang melakukan berbagai upaya untuk menciptakan bisnis baru.

Meski definisinya beragam, secara umum kewirausahaan dapat dipahami sebagai upaya penciptaan bisnis yang dilakukan oleh individu atau kelompok. Jika bisnis tersebut berhasil, wirausahawan di baliknya yang akan langsung menikmati manfaatnya — baik secara finansial maupun non-finansial.

Apa Tujuan Kewirausahaan?

Bagi pelakunya, kewirausahaan adalah salah satu proses untuk mendulang profit. Namun, tujuan kewirausahaan sebenarnya jauh lebih luas daripada sekadar mencari laba. Berikut adalah beberapa tujuan utama kewirausahaan.

1. Menumbuhkan Jumlah Wirausaha Baru

Kewirausahaan pada akhirnya membuahkan kegiatan bisnis dari peluang-peluang yang ada. Jika bisnis tersebut sukses, kegiatan itu akan memerlukan tambahan tenaga kerja agar operasionalnya berjalan lancar. Tenaga kerja yang dibina dengan tepat berpotensi menjadi wirausahawan-wirausahawan baru, bahkan dengan kualitas yang lebih matang karena sudah ditempa pengalaman kerja sebelumnya.

2. Memotivasi Masyarakat

Keberhasilan aktivitas kewirausahaan seseorang dapat menggugah individu lain untuk meraih pencapaian serupa. Jika semangat ini terus menyebar di masyarakat, akan lebih banyak wirausahawan baru yang menemukan peluang bisnis yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Semakin banyak wirausahawan, semakin banyak pula bisnis yang mampu menyerap tenaga kerja di masyarakat.

3. Menciptakan Solusi bagi Masalah di Masyarakat

Salah satu ciri kewirausahaan adalah kemampuan melihat peluang bisnis di tengah masyarakat. Peluang ini kerap muncul ketika wirausahawan berupaya mencari solusi atas masalah-masalah di sekitarnya. Dengan begitu, wirausahawan tidak hanya memperoleh laba, tetapi juga turut memperbaiki kualitas hidup masyarakat secara umum.

Apa Saja Jenis Konsep Kewirausahaan?

Akademisi umumnya mengategorikan konsep kewirausahaan ke dalam dua kelompok berdasarkan kesempatan bisnis yang diambil oleh wirausahawan.

1. Kewirausahaan Berdasarkan Kebutuhan (Necessity Entrepreneurship)

Necessity Entrepreneurship adalah konsep kewirausahaan yang muncul setelah individu melihat kesempatan ekonomi di wilayahnya terbilang minim, sehingga mereka menjadi wirausaha demi memenuhi kebutuhan penting yang tidak tersedia di wilayah tersebut. Tipe kewirausahaan ini umumnya terjadi di negara-negara berpendapatan rendah, di mana masyarakatnya mencari penghidupan dari sektor ekonomi yang terbatas. Maraknya Necessity Entrepreneurship di suatu wilayah juga menjadi indikasi bahwa kegiatan ekonomi setempat belum mampu menciptakan kesempatan kerja yang besar.

2. Kewirausahaan Berdasarkan Kesempatan (Opportunity Entrepreneurship)

Berbeda dengan Necessity Entrepreneurship, Opportunity Entrepreneurship adalah konsep kewirausahaan yang muncul setelah individu melihat potensi bisnis yang belum pernah digarap oleh pihak lain. Seorang individu dapat membentuk usaha berbasis Opportunity Entrepreneurship karena beberapa faktor, mulai dari pengalaman pribadi hingga pengalaman satu komunitas tertentu.

Apa Saja Jenis Usaha yang Dibangun Wirausahawan?

Berdasarkan sikap kewirausahaan yang dimilikinya, seorang wirausahawan dapat menciptakan bisnis dengan berbagai jenis usaha. Berikut adalah empat jenis usaha yang umumnya dibangun oleh wirausahawan.

1. Usaha Kecil

Usaha kecil merujuk pada bisnis berskala kecil, baik dari segi pemasaran maupun permodalan. Usaha jenis ini biasanya dijalankan secara sederhana namun tetap profesional, dan dibangun dengan modal sendiri — meski pelakunya kadang juga mengambil pendanaan eksternal, seperti pembiayaan perbankan atau investor, untuk mempertahankan kelangsungan bisnisnya.

2. Perusahaan Rintisan (Startup)

Usaha ini merujuk pada kegiatan kewirausahaan yang mencoba merealisasikan ide-ide bisnis unik yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha berskala besar. Kegiatan usaha ini biasanya didorong oleh semangat inovasi dan pertumbuhan bisnis yang stabil dalam jangka panjang. Berbeda dengan usaha kecil, wirausahawan di bidang ini umumnya membutuhkan dana investor yang besar agar dapat beroperasi secara berkesinambungan.

3. Perusahaan Besar

Kewirausahaan tidak selalu berarti membangun bisnis dari nol. Sejumlah perusahaan yang sudah beroperasi kerap melakukan ekspansi bisnis melalui langkah kewirausahaan, misalnya dengan membentuk divisi bisnis baru yang bergerak di sektor yang berbeda dari sektor utamanya. Untuk melancarkan langkah ini, perusahaan biasanya merekrut sumber daya manusia yang relevan atau memiliki semangat kewirausahaan. Jika upaya tersebut berhasil, perusahaan berpotensi memperoleh tambahan pendapatan atau laba di masa depan.

4. Social Entrepreneurship

Sifat kewirausahaan tidak selalu dilandasi motif mencari keuntungan semata, tetapi juga bertujuan menjadi solusi bagi permasalahan ekonomi dan sosial di sekitarnya. Wirausahawan yang berkecimpung dalam Social Entrepreneurship melihat peluang usaha dari permasalahan sosial yang ada, sekaligus menciptakan skema usaha yang turut melibatkan masyarakat terdampak. Tak jarang, mereka juga menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membantu menyelesaikan isu-isu yang menjadi fokus kegiatan usahanya.

Apa Manfaat Kewirausahaan bagi Ekonomi?

Dampak kewirausahaan bagi perekonomian setiap negara memang berbeda-beda. Namun, kehadiran usaha hasil kewirausahaan tetap memberikan manfaat positif bagi kehidupan ekonomi secara umum.

1. Menciptakan Lapangan Kerja Baru

Kewirausahaan adalah kegiatan yang dapat menciptakan usaha baru dan pada akhirnya membuka lapangan kerja baru. Semakin banyak angkatan kerja yang terserap, semakin besar pula potensi kenaikan pendapatan masyarakat, yang diharapkan dapat mendorong aktivitas konsumsi — salah satu dari empat faktor utama pertumbuhan ekonomi. Jika wirausaha tersebut berkembang pesat, bisnis itu berpotensi menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi.

2. Mendorong Lahirnya Inovasi Baru

Sejumlah inovasi yang kini digunakan masyarakat lahir berkat semangat kewirausahaan. Media sosial seperti Facebook, misalnya, tidak akan hadir tanpa semangat wirausaha dari pendirinya. Contoh lain, produk-produk teknologi seperti buatan Apple juga mungkin tidak akan ada tanpa sikap kewirausahaan penggagasnya. Inovasi-inovasi tersebut umumnya muncul karena pendirinya melihat peluang dari masalah di masyarakat, keinginan menciptakan efisiensi, dan upaya memperbaiki kualitas hidup orang banyak — sesuatu yang tadinya terasa mustahil pun menjadi mungkin berkat inovasi yang diciptakan wirausahawan.

3. Menambah Penerimaan Negara

Bisnis berbasis kewirausahaan yang berhasil akan menciptakan laba, dan laba tersebut menjadi objek pajak bagi pemerintah. Penerimaan pajak ini nantinya dapat digunakan pemerintah untuk mendanai program-program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), misalnya subsidi, infrastruktur, dan pendidikan. Kenaikan penerimaan pajak juga dapat membantu pemerintah mengurangi ketergantungan pada penarikan utang.

Apa Saja Tipe-Tipe Wirausahawan?

Dunia usaha mengenal empat tipe wirausahawan yang umum ditemukan, yaitu:

1. Builder

Builder adalah wirausahawan yang berfokus menumbuhkan bisnisnya dalam rentang waktu yang relatif singkat. Oleh karena itu, mereka biasanya merekrut sumber daya manusia berkualitas dan mencari investor-investor yang kredibel.

2. Opportunist

Opportunist adalah wirausahawan yang optimistis terhadap kesempatan dan peluang usaha di depan mata mereka. Tipe wirausahawan ini biasanya membangun usaha di waktu yang tepat, lalu menjualnya kepada pihak lain ketika situasi bisnis yang digelutinya sedang bergeliat.

3. Innovator

Innovator adalah tipe wirausahawan yang terbilang langka karena memiliki segudang ide "liar" yang pada awalnya terlihat sulit diwujudkan. Contoh wirausahawan tipe ini di antaranya pendiri Apple, Steve Jobs, dan pendiri Meta Platforms, Mark Zuckerberg.

4. Specialist

Specialist adalah wirausahawan yang memiliki keahlian kuat pada satu area tertentu. Tak jarang, mereka mengembangkan bisnisnya dengan mengandalkan jejaring pertemanan atau koneksi yang dimiliki untuk "menyeimbangkan" keterbatasan ilmu di bidang lain.

Mengapa Kewirausahaan Disebut Mesin Penggerak Ekonomi?

Kewirausahaan tidak hanya bermanfaat bagi pelakunya, tetapi juga memiliki dampak terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Melalui kewirausahaan, output barang dan jasa di suatu wilayah dapat bertambah, yang pada akhirnya turut menyokong pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut.

Di Indonesia sendiri, rasio kewirausahaan — yakni proporsi wirausahawan mapan terhadap total angkatan kerja — baru mencapai 3,43%, masih di bawah Malaysia (4,74%) dan Singapura (8,76%), menurut data yang dikutip Merdeka.com (10 Juli 2026). Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menargetkan rasio ini naik menjadi 3,6% pada 2029, dengan target optimistis 8% pada 2045, menurut pernyataan Deputi Kewirausahaan Kementerian UMKM yang dikutip Koran Jakarta/ANTARA (20 Juli 2026). Sebagai perbandingan, Kementerian Koperasi dan UKM sebelumnya menyebut rasio kewirausahaan minimal 4% sebagai salah satu syarat agar Indonesia dapat naik kelas menjadi negara maju (CNN Indonesia, 15 Oktober 2024).

Meski begitu, secara akademis, manfaat kewirausahaan terhadap pertumbuhan ekonomi tidak selalu merata di setiap negara. Sejumlah kajian akademik menyebut bahwa kewirausahaan cenderung lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat, yang didorong oleh pergeseran sektor ekonomi dominan dari manufaktur ke jasa serta dukungan kebijakan pemerintah terhadap inovasi. Sebaliknya, di banyak negara berkembang, dampak kewirausahaan terhadap pertumbuhan ekonomi belum semaksimal itu, umumnya karena keterbatasan sumber daya manusia dan skala ekonomis produksi yang belum optimal.

Apa Bedanya Entrepreneur dan Intrapreneur?

Selain istilah wirausahawan (entrepreneur), dunia usaha juga mengenal istilah intrapreneur. Jika entrepreneur adalah individu atau kelompok yang menginisiasi sebuah bisnis dari awal, intrapreneur adalah individu yang bekerja di sebuah badan usaha yang sudah berjalan (existing) dan bertugas mengembangkan semangat kewirausahaan di dalam perusahaan tersebut. Tujuannya, agar perusahaan dapat terus menciptakan inovasi usaha serta mengembangkan produk dan layanan yang mampu menjawab kebutuhan pelanggannya.

Perbedaan lainnya terletak pada akses terhadap sumber daya. Karena bekerja di bawah naungan satu perusahaan yang sudah ada, intrapreneur umumnya memiliki akses ke sumber daya atau data yang mendukung kegiatannya. Sementara itu, wirausahawan umumnya bekerja secara independen, sehingga mereka mungkin memiliki akses ke sumber daya yang lebih terbatas dibandingkan intrapreneur.

FAQ Seputar Kewirausahaan

Apa Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta?

Secara praktik, kedua istilah ini sering dipakai bergantian. Namun, wirausaha (entrepreneur) lebih menekankan pada aspek inovasi dan penciptaan peluang baru, sementara wiraswasta lebih menekankan pada kemandirian seseorang dalam menjalankan usahanya sendiri tanpa bergantung pada pihak lain, tanpa harus selalu menghadirkan inovasi baru.

Apa Saja Contoh Kewirausahaan di Indonesia?

Contoh kewirausahaan di Indonesia sangat beragam, mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kuliner dan kerajinan, hingga perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi digital. Semua kegiatan yang berawal dari melihat peluang dan mengambil risiko untuk membangun bisnis dapat dikategorikan sebagai kewirausahaan.

Apa Ciri-Ciri Utama Seorang Wirausahawan?

Ciri utama seorang wirausahawan umumnya meliputi kemampuan melihat peluang, keberanian mengambil risiko yang terukur, kreativitas dalam mencari solusi, serta ketekunan dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya meski menghadapi berbagai tantangan.

Bagaimana Cara Memulai Kewirausahaan bagi Pemula?

Wirausahawan pemula dapat memulai dengan mengidentifikasi masalah atau kebutuhan di sekitarnya, melakukan riset pasar sederhana, menyusun rencana bisnis, lalu memulai dari skala kecil sambil terus mengevaluasi dan menyesuaikan strategi berdasarkan respons pasar.

Apakah Kewirausahaan Membutuhkan Modal Besar?

Tidak selalu. Sebagian jenis usaha, seperti usaha kecil, dapat dimulai dengan modal terbatas dan dikembangkan secara bertahap. Namun, jenis usaha lain, seperti startup atau perusahaan besar, umumnya membutuhkan modal yang lebih besar agar dapat tumbuh dan bersaing secara berkelanjutan.

Kesimpulan: Kewirausahaan Adalah Kunci Pertumbuhan Ekonomi dan Inovasi

Kewirausahaan adalah upaya penciptaan bisnis yang tidak hanya memberi manfaat bagi pelakunya, tetapi juga bagi perekonomian secara luas — mulai dari membuka lapangan kerja, mendorong inovasi, hingga menambah penerimaan negara. Memahami tujuan, jenis konsep, jenis usaha, dan tipe-tipe wirausahawan dapat membantumu mengenali arah kewirausahaan yang ingin kamu tekuni, baik sebagai pelaku usaha maupun sebagai bagian dari ekosistem yang mendukungnya.

Mulai Diversifikasi Aset Bersama Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham ASemas, ratusan aset crypto, dan puluhan produk reksa dana mulai dari nominal yang terjangkau dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah karena seluruh aset di Pluang berizin dan diawasi oleh regulator terkait. Ayo, download dan mulai investasi di aplikasi Pluang sekarang!


Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Setiap produk investasi memiliki risiko, termasuk potensi kehilangan nilai pokok investasi, sehingga kamu disarankan melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini
chatRoomImage
Right baner
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1