Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

US Has More Lives Than A Cat : Shutdown Passed (Again)
shareIcon

US Has More Lives Than A Cat : Shutdown Passed (Again)

20 Mar 2025, 1:30 AM·Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Kategori
US Has More Lives Than A Cat :  Shutdown Passed (Again)

‘Nyawa’ Pemerintahan AS kembali terselamatkan dengan keputusan Senat AS untuk meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) pengeluaran sementara pada Jumat (14/3). Keputusan ini diambil tepat beberapa jam sebelum deadline  yang dapat menyebabkan penutupan (shutdown) Pemerintah. Akhirnya, Pemerintah AS pun akan kembali mendapatkan pendanaan jangka pendek selama ~7 bulan hingga 30 September. 

Keputusan tersebut diambil pasca melalui voting yang cukup tegang dengan perolehan suara 54 (Republic) - 46 (Democrat) dengan diikuti berbagai konflik. 

US Shutdown : A Never Ending Drama 

Sebenarnya risiko government shutdown yang dialami AS bukanlah hal baru. Bahkan sejak 1980 hingga 2018, ada 22x kejadian di mana akhirnya aktivitas Pemerintahan AS terhenti beberapa hari akibat habisnya anggaran. 



Di antara berbagai kejadian shutdown tersebut, ada beberapa momen yang notable  dan selalu menjadi benchmark investor, yakni : 

  • 2013 : Shutdown selama 16 hari atas UU Perawatan Terjangkau .
  • 2018 - 2019 : Shutdown selama 35 hari akibat pendanaan yang sudah sangat terbatas. 

Walaupun kali ini AS berhasil selamat, namun kejadian serupa yang berulang kali terjadi menunjukkan bahwa ada risiko fiskal Pemerintahan yang sangat besar. Kondisi tersebut pada akhirnya mengakibatkan turunnya kepercayaan investor global. 

Krisis anggaran yang terjadi pada 2025 ini berasal dari dorongan Partai Republik yang ‘memaksa’ agar ada batasan anggaran lebih ketat dalam Pemerintah Trump. Tak hanya itu, Partai Republik juga melawan Partai Demokrat yang kurang setuju jika ada pemangkasan anggaran untuk program sosial. 

Berikut ini 3 masalah utama yang menjadi perseteruan kedua pihak : 

  1. Defense and Border Security Spending – Partai Republik fokus untuk menaikkan anggaran Pertahanan dan Keamanan akibat tensi geopolitik yang terjadi. 
  2. Domestic Program Cuts – Pemangkasan pengeluaran untuk aktivitas di luar defense yang menjadi perhatian utama Partai Demokrat. Aktivitas tersebut meliputi sektor edukasi dan kesehatan. 
  3. Internal Revenue Services (IRS) Funding Reductions – IRS adalah badan yang melayani para pembayar pajak di AS agar memenuhi kewajiban perpajakannya. Dalam hal ini, Parta Republik ingin membatasi anggaran IRS khususnya dari segi kenaikan biaya audit. 

What’s inside the Spending Bill?  

Pendanaan jangka pendek kali ini tetap mempertahankan beberapa pos pengeluaran di 2024, namun dengan beberapa modifikasi :

Lolosnya spending bill ini juga melalui proses yang sangat alot di mana terjadi banyak perpecahan : 

  • Internal senat Demokrat : Ada 10 anggota partai Demokrat yang mendukung RUU tersebut sehingga dianggap kurang sejalan dengan visi misi besar partai. 
  • Risiko penurunan voters : Walaupun kali ini Partai Republik menang, namun tetap ada risiko di mana pada voting berikutnya (terdekat September 2025), dukungan voters bisa berkurang. 
  • Perlawanan DPR : Ada beberapa suara yang lebih memilih perpanjangan pendanaan jangka pendek dibandingkan masalah pada anggaran jangka panjang. 

Spending Bill ini rencananya akan ditandatangani oleh Trump. Di sisi lain, partai Demokrat menganggap bahwa bill tersebut adalah blank check karena bill tersebut tak berusaha untuk mengatur upaya berkelanjutan Pemerintah untuk memangkas anggaran. 

Impact on Stock and Bond Markets 

Pasca keputusan tersebut, investor bereaksi positif yang terlihat dari kenaikan pasar saham AS yakni Dow Jones (+1.65%), S&P 500 (+2.13%) dan Nasdaq (+2.49%). Tak hanya itu, seham di sektor defense layaknya Raytheon Technology (RTX), Heico Corp (HEI) dan Lockheed Martin (LMT) berhasil naik +0.61%,  +2.01% dan solid dengan koreksi tipis -0.4%. Hal ini dikarenakan oleh naiknya anggaran divisi Pertahanan dan Keamanan. 

Sementara itu, pasar obligasi AS relatif cukup mixed yang tercermin dari : 

  • Yield obligasi Pemerintah jangka pendek (3M) turun dari 4.3% ke 4.2% -> mengindikasikan berkurangnya risiko jangka pendek. 
  • Yield obligasi Pemerintah jangka panjang (10Y dan 30Y) relatif naik sedikit ke 4.32% dan 4.6%  -> mengindikasikan masih adanya kekhawatiran investor terkait debt risk  

Jika nantinya pada 30 September 2025 narasi yang sama terulang kembali dan pada akhirnya tidak ada jalan keluar selain shutdown, maka risiko terbesar yang dihadapi AS adalah penurunan credit rating seperti yang sempat terjadi pada 1 Agustus 2023 oleh The Fitch terhadap US’ Long Term Credit Rating dari AAA menjadi AA+.

Di sisi lain, hal ini bisa saja mendesak The Fed untuk memangkas suku bunga dalam skala yang agresif untuk menyelamatkan perekonomian. 

Last thoughts!

Penyelamatan anggaran AS masih belum bisa ditopang oleh Department of Government Efficiency yang dipimpin oleh Elon Musk. Pasalnya, sejak berdiri pada Januari 2025 hingga kini, penghematan yang dilakukan baru tercapai $115bn (5,75% dari target $2Tn). 

Jika inisiatif penghematan ini memang berhasil, maka tak menutup kemungkinan bagi AS untuk bisa lepas dari permasalahan ancaman shutdown yang bisa datang sewaktu-waktu. 

Investasi dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Ditulis oleh
channel logo

Marcella Kusuma

Right baner

Marcella Kusuma

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
pluang insight
Pluang Insight: Lahan Virtual, Proyek Menggiurkan atau Bakal Gagal Total?
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1