Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Transformasi Sektor Pertahanan AS Menuju Fase Supercycle
shareIcon

Transformasi Sektor Pertahanan AS Menuju Fase Supercycle

20 Jan 2026, 3:02 AM·Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Kategori
Transformasi Sektor Pertahanan AS Menuju Fase Supercycle

Sektor pertahanan Amerika Serikat sedang mengalami transformasi struktural terdalam dalam satu generasi. Hal ini bukan sekadar volatilitas pasar, melainkan penghancuran total model bisnis lama yang "shareholder-centric" menuju mandat kedaulatan "production-heavy." Selama dekade terakhir, industri ini terjebak dalam model kontrak cost-plus yang "rusak"—sebuah sistem di mana profit dihitung sebagai persentase dari biaya produksi (misalnya cost plus 50%), yang secara ironis memberikan insentif bagi kontraktor untuk membengkakkan biaya guna meningkatkan margin nominal.

Executive Order Presiden Trump terbaru berfungsi sebagai forcing function (fungsi pemaksa) untuk memperbaiki inefisiensi ini. Larangan dividen dan buyback saham, serta pembatasan gaji CEO sampai sebesar $5 juta, adalah pesan eksplisit dari pemerintah: modal harus dialokasikan kembali ke kapasitas produksi, bukan distribusi tunai. Kebijakan ini menargetkan emiten seperti RTX yang dianggap "paling tidak responsif dan paling agresif dalam pengeluaran untuk pemegang saham daripada kebutuhan militer." Bagi investor institusi, restrukturisasi modal paksa ini merupakan titik balik historis yang akan mengubah struktur neraca perusahaan dari instrumen yield menjadi mesin pertumbuhan volume. Restrukturisasi ini adalah prasyarat wajib sebelum gelombang likuiditas pemerintah masuk ke pasar.

Injeksi Likuiditas Sektor Pertahanan

Kenaikan anggaran pertahanan yang diproyeksikan untuk tahun 2027 sebesar $1,5 triliun bukan sekadar belanja militer; ini adalah Injeksi Likuiditas Pertahanan berskala masif.

Komponen Anggaran

Anggaran Saat Ini

Proyeksi 2027

Persentase Kenaikan

Total Pengeluaran

$900 Miliar - $1 Triliun

$1,5 Triliun

+66%

Analisis Strategis: Rencana penggunaan pendapatan tarif sebagai sumber pendanaan menciptakan dinamika makro yang unik. Mengingat pendapatan tarif tahun lalu hanya mencapai ~$288 miliar, terdapat kesenjangan sekitar $500 miliar yang kemungkinan besar akan ditutup melalui skema yang setara dengan stimulus atau "pencetakan uang" (money printing). Dalam ekonomi yang dipompa likuiditas, modal akan mencari aset dengan kepastian arus kas tertinggi—yaitu sektor pertahanan. Investor cerdas harus menyadari bahwa pasar akan mulai melakukan front-run (mendahului) anggaran 2027 ini sejak tahun fiskal berjalan, menciptakan reli yang didorong oleh ekspektasi ekspansi moneter.

3. Proyek Inti: Golden Dome, SpaceX, dan Kedaulatan Teknologi

Ambisi pertahanan nasional kini bergeser ke arah proyek infrastruktur militer yang bersifat permanen dan memiliki nilai kontrak multi-dekade.

  • The Golden Dome: Ini adalah pilar utama strategi pertahanan—sebuah sistem proteksi rudal berskala benua. Estimasi biaya berada di kisaran $175 miliar hingga $500 miliar. Bagi kontraktor utama seperti Lockheed Martin, nilai strategis sesungguhnya terletak pada pendapatan pemeliharaan (maintenance revenue) berulang selama puluhan tahun, yang menjadi daya tarik utama bagi pemegang saham jangka panjang.
  • SpaceX & Satelit: Kontrak senilai $2 miliar untuk 600 satelit pelacak rudal menandai integrasi ruang angkasa dalam pertahanan taktis. Rencana IPO SpaceX pada tahun 2027 dipandang sebagai katalis likuiditas yang akan memberikan titik masuk (entry point) baru bagi eksposur pertahanan-ruang angkasa yang sangat cair.
  • B-21 Raider: Alokasi $5 miliar untuk bomber Northrop Grumman dan inisiatif pembangunan armada kapal baru menandakan percepatan produksi fisik yang akan menguntungkan sektor galangan kapal dan manufaktur pesawat tempur secara masif.

Analisis Emiten Terkait - Sedang Terjadi Akumulasi Investor Institusional 

Dalam lingkungan produksi tinggi, kesehatan backlog (pesanan tertunda) terhadap rasio pendapatan adalah metrik evaluasi yang krusial.

  • Lockheed Martin (LMT): Dengan backlog sebesar $179 miliar dibandingkan pendapatan tahunan $75 miliar, LMT memiliki jaminan pendapatan selama 2,5 tahun. Secara teknikal, saham ini menunjukkan "heartbeat pattern" pada volume perdagangan yang besar, mengindikasikan akumulasi agresif oleh institusi (melalui dark pool) yang memanfaatkan penilaian harga yang masih dianggap undervalued dibandingkan kompetitornya.
  • RTX (Raytheon): Memiliki backlog terbesar senilai $251 miliar. Meskipun permintaan global untuk sistem Patriot sangat tinggi, saham ini diperdagangkan dengan "diskon politik" karena secara spesifik dikritik oleh administrasi terkait kebijakan pengeluaran pemegang sahamnya. Ini menciptakan peluang taktis bagi investor yang percaya pada normalisasi hubungan pemerintah-kontraktor.
  • Palantir (PLTR): Sebagai "sistem operasi" militer, PLTR berada di jalur percepatan pendapatan berulang dari ekosistem otonom. Momentum harga di level tertinggi sepanjang masa (all-time high) cenderung menunjukkan kelanjutan tren naik, didorong oleh integrasi AI dalam setiap aspek pengeluaran pertahanan baru.

Matriks Risiko: Hambatan Politik dan Eksekusi Teknologi

Investasi dengan potensi imbal hasil tinggi ini tetap membawa risiko sistemik yang memerlukan pengelolaan posisi yang ketat:

  • Risiko Validasi Tesis (Politik): Keberhasilan anggaran $1,5 triliun sangat bergantung pada hasil Pemilu Paruh Waktu (Midterms). Jika administrasi kehilangan kendali legislatif, visi anggaran ini berada dalam risiko pemangkasan signifikan.
  • Binary Technology Risk: Proyek Golden Dome sering dibandingkan dengan kegagalan program "Star Wars" masa pemerintahan Ronald Reagan. Ada risiko teknologi yang sangat nyata, dimana kegagalan demonstrasi teknologi di tahun 2028 dapat memicu pembatalan kontrak besar secara mendadak.
  • Disiplin Biaya: Meskipun sistem cost-plus sedang dibenahi, sejarah pembengkakan biaya (seperti F-35 yang melampaui anggaran $183 miliar) tetap menjadi peringatan bagi margin keuntungan jika efisiensi produksi gagal dicapai.

Sektor pertahanan AS sedang memasuki fase multi-year bull run yang didorong oleh kebutuhan mendesak untuk modernisasi militer dan injeksi likuiditas pemerintah. Kami menyarankan investor untuk melakukan reweighting taktis terhadap portofolio mereka.

Rekomendasi Strategis:

  1. Diversifikasi Eksposur: Jangan bergantung pada satu emiten. Gunakan kombinasi pemain blue-chip (LMT, RTX) dan emiten growth stock (PLTR). 
  2. Position Sizing: Sesuaikan ukuran posisi berdasarkan volatilitas politik yang diperkirakan akan meningkat menjelang periode anggaran baru.

Pertanyaan Evaluasi Akhir bagi Investor: "Apakah belanja militer AS akan lebih tinggi atau lebih rendah dalam 5 tahun ke depan?"

Jika jawaban Anda adalah "lebih tinggi," maka akumulasi pada level saat ini adalah langkah strategis yang didukung oleh fundamental makro dan sentimen investor institusional yang kuat. Sektor pertahanan bukan lagi sektor defensif yang membosankan—ini adalah sektor pertumbuhan baru di era kedaulatan nasional.

Ditulis oleh
channel logo

Jason Gozali

Right baner

Jason Gozali

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
pluang insight
Pluang Insight: Lahan Virtual, Proyek Menggiurkan atau Bakal Gagal Total?
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1