
Sektor pertahanan Amerika Serikat sedang mengalami transformasi struktural terdalam dalam satu generasi. Hal ini bukan sekadar volatilitas pasar, melainkan penghancuran total model bisnis lama yang "shareholder-centric" menuju mandat kedaulatan "production-heavy." Selama dekade terakhir, industri ini terjebak dalam model kontrak cost-plus yang "rusak"—sebuah sistem di mana profit dihitung sebagai persentase dari biaya produksi (misalnya cost plus 50%), yang secara ironis memberikan insentif bagi kontraktor untuk membengkakkan biaya guna meningkatkan margin nominal.
Executive Order Presiden Trump terbaru berfungsi sebagai forcing function (fungsi pemaksa) untuk memperbaiki inefisiensi ini. Larangan dividen dan buyback saham, serta pembatasan gaji CEO sampai sebesar $5 juta, adalah pesan eksplisit dari pemerintah: modal harus dialokasikan kembali ke kapasitas produksi, bukan distribusi tunai. Kebijakan ini menargetkan emiten seperti RTX yang dianggap "paling tidak responsif dan paling agresif dalam pengeluaran untuk pemegang saham daripada kebutuhan militer." Bagi investor institusi, restrukturisasi modal paksa ini merupakan titik balik historis yang akan mengubah struktur neraca perusahaan dari instrumen yield menjadi mesin pertumbuhan volume. Restrukturisasi ini adalah prasyarat wajib sebelum gelombang likuiditas pemerintah masuk ke pasar.
Kenaikan anggaran pertahanan yang diproyeksikan untuk tahun 2027 sebesar $1,5 triliun bukan sekadar belanja militer; ini adalah Injeksi Likuiditas Pertahanan berskala masif.
Komponen Anggaran | Anggaran Saat Ini | Proyeksi 2027 | Persentase Kenaikan |
Total Pengeluaran | $900 Miliar - $1 Triliun | $1,5 Triliun | +66% |
Analisis Strategis: Rencana penggunaan pendapatan tarif sebagai sumber pendanaan menciptakan dinamika makro yang unik. Mengingat pendapatan tarif tahun lalu hanya mencapai ~$288 miliar, terdapat kesenjangan sekitar $500 miliar yang kemungkinan besar akan ditutup melalui skema yang setara dengan stimulus atau "pencetakan uang" (money printing). Dalam ekonomi yang dipompa likuiditas, modal akan mencari aset dengan kepastian arus kas tertinggi—yaitu sektor pertahanan. Investor cerdas harus menyadari bahwa pasar akan mulai melakukan front-run (mendahului) anggaran 2027 ini sejak tahun fiskal berjalan, menciptakan reli yang didorong oleh ekspektasi ekspansi moneter.
Ambisi pertahanan nasional kini bergeser ke arah proyek infrastruktur militer yang bersifat permanen dan memiliki nilai kontrak multi-dekade.
Dalam lingkungan produksi tinggi, kesehatan backlog (pesanan tertunda) terhadap rasio pendapatan adalah metrik evaluasi yang krusial.
Investasi dengan potensi imbal hasil tinggi ini tetap membawa risiko sistemik yang memerlukan pengelolaan posisi yang ketat:
Sektor pertahanan AS sedang memasuki fase multi-year bull run yang didorong oleh kebutuhan mendesak untuk modernisasi militer dan injeksi likuiditas pemerintah. Kami menyarankan investor untuk melakukan reweighting taktis terhadap portofolio mereka.
Rekomendasi Strategis:
Pertanyaan Evaluasi Akhir bagi Investor: "Apakah belanja militer AS akan lebih tinggi atau lebih rendah dalam 5 tahun ke depan?"
Jika jawaban Anda adalah "lebih tinggi," maka akumulasi pada level saat ini adalah langkah strategis yang didukung oleh fundamental makro dan sentimen investor institusional yang kuat. Sektor pertahanan bukan lagi sektor defensif yang membosankan—ini adalah sektor pertumbuhan baru di era kedaulatan nasional.
Jason Gozali
Jason Gozali
Bagikan artikel ini