ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Berita & Analisis
USO (United States Oil Fund ETF) — Naik di Atas Badai Geopolitik
shareIcon

USO (United States Oil Fund ETF) — Naik di Atas Badai Geopolitik

3 hours ago
·
Waktu baca: 4 menit
shareIcon
USO (United States Oil Fund ETF) — Naik di Atas Badai Geopolitik
Harga minyak meledak pasca krisis Selat Hormuz. Kupas tuntas analisis USO: seberapa jauh bisa naik, kapan harus keluar, dan target harga swing trade-nya.

Kondisi Terkini

United States Oil Fund (USO) — yang melacak futures minyak mentah WTI near-month — telah melonjak sekitar 57% dalam sebulan terakhir dan diperdagangkan di sekitar $124 per akhir Maret 2026. WTI crude sempat menembus $100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli 2022, dipicu oleh guncangan geopolitik yang belum pernah terjadi sebelumnya: penutupan efektif Selat Hormuz menyusul serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026.

Analisis Fundamental

Pasar minyak saat ini dikejutkan oleh supply shock satu dekade sekali, di atas kondisi inventaris yang sudah ketat sebelumnya:

  • Krisis Selat Hormuz: Selat ini mengangkut sekitar 20% konsumsi minyak global — sekitar 17,8-20 juta barel per hari. Sejak awal Maret 2026, pengiriman komersial terganggu secara efektif, dengan Pasukan Revolusioner Iran memberlakukan 'tol transit' berdenominasi yuan dan menahan kapal tanker yang tidak patuh. Goldman Sachs menyebut ini sebagai supply shock minyak terbesar dalam beberapa dekade.
  • Risk Premium Geopolitik: Goldman Sachs memperkirakan premi risiko geopolitik sebesar $14-18 per barel kini sudah terbaked ke dalam harga minyak. Sebelum konflik, Brent diperdagangkan di $71-76. Harga pengiriman fisik — khususnya Dubai crude — melonjak bahkan lebih tinggi hingga $126 per barel, mencerminkan kelangkaan pasokan yang nyata.
  • OPEC+ Tidak Bergerak: Negara-negara anggota OPEC+ menolak mengumumkan peningkatan produksi darurat, dengan alasan kekhawatiran keamanan dan keengganan bertindak selama konflik belum terselesaikan.
  • Produksi AS di Kapasitas Maksimum: Produksi minyak mentah AS mencapai rekor 13,6 juta barel/hari, namun tidak bisa mengkompensasi penutupan Hormuz yang berkelanjutan mengingat kendala geografis dan logistik dalam mengalihkan rute minyak Timur Tengah.
  • Proyeksi EIA: Energy Information Administration AS memproyeksikan Brent di atas $95/barel untuk jangka dekat, turun menuju $80 di Q3 hanya jika Selat dibuka kembali. Jika gangguan berlanjut, EIA dan bank-bank besar memperingatkan adanya potensi kenaikan lebih lanjut.

Analisis Teknikal

Gambaran teknikal USO didominasi oleh narasi geopolitik, tapi ada level-level penting yang perlu diperhatikan:

  • Range 52 Minggu: USO telah diperdagangkan antara $60,67 dan $125,19 dalam setahun terakhir — dan kini menekan high 52 minggu, menunjukkan momentum bullish yang ekstrem.
  • Moving Average: Baik MA 50-hari ($85,88) maupun MA 200-hari ($76,20) berada di bawah harga saat ini dengan kemiringan ke atas — setup bullish klasik.
  • RSI: Mendekati angka 68 — hampir overbought tapi belum di level ekstrem. Artinya masih ada ruang untuk naik sebelum pembalikan teknikal.
  • Level Resistensi: $127–$128 adalah resistensi terdekat. Breakout di atas $128 bisa menargetkan zona $135–$157 berdasarkan ekstensi Fibonacci.
  • Level Support: $116–$117 adalah support kunci pertama. Di bawahnya, $108 dan $90 bertindak sebagai lantai yang lebih dalam. Resolusi diplomatik kemungkinan besar akan mendorong USO turun tajam ke level-level ini.
  • Risiko Utama: Pergerakan harga hampir sepenuhnya bersifat biner — didorong oleh perkembangan diplomatik. Kesepakatan damai yang kredibel atau pembukaan kembali Hormuz bisa memicu sell-off $20-40 pada USO dalam hitungan hari.

Kata Analis Tier-1 Global

  • Goldman Sachs: Menaikkan proyeksi Brent ke $71/barel untuk Q4 2026 dalam base case (Hormuz dibuka kembali), namun memperingatkan Brent bisa melampaui all-time high 2008 di $147 jika konflik berlanjut hingga musim panas. Juga memublikasikan skenario Brent $130 bersama JPMorgan dalam skenario tail risk penutupan gabungan Hormuz-Laut Merah.
  • JPMorgan: Memperingatkan adanya 'pajak keamanan' yang bertahan lama pada minyak bahkan setelah gencatan senjata, akibat rute pengiriman baru dan biaya asuransi risiko perang yang meningkat. Kepala komoditas menyatakan pasar fisik tidak bisa 'diredakan' hanya dengan gestur diplomatik.
  • EIA (Maret 2026): Memproyeksikan Brent turun ke ~$80 pada Q3 2026 dengan syarat Selat dibuka kembali — skenario yang mengimplikasikan koreksi signifikan pada USO dari level saat ini.
  • StoneX (Outlook Q2 2026): Mencatat level $100 WTI sebagai support/resistensi psikologis kritis, dengan target upside $135 dan $157 pada WTI jika konflik semakin eskalatif.

Strategi Rekomendasi

Sobat Cuan harus berhati-hati jika memasang posisi Long pada USO. Situasi Selat Hormuz adalah driver utama, dan minyak saat ini diperdagangkan efektif layaknya opsi biner geopolitik. Untuk swing trader: momentum saat ini adalah posisi long, tapi ukuran posisi harus kecil mengingat volatilitas ekstrem dan risiko outcome biner.

Untuk investor jangka panjang, tidak direkomendasikan USO sebagai aset strategis. USO mengalami kerugian contango dari biaya roll futures, artinya performa jangka panjangnya akan tertinggal dibanding minyak fisik. Jika kamu ingin eksposur energi multi-tahun, pertimbangkan saham majors seperti ExxonMobil (XOM), Chevron (CVX) atau ConocoPhillips (COP).

Rangkuman Target Harga

SkenarioHarga WTIHarga USOKatalis Utama
Bear Case (Gencatan Senjata)$60 – $75/barel$70 – $90Hormuz dibuka, diplomasi berhasil
Base Case (Kebuntuan)$95 – $110/barel$110 – $130Gangguan parsial berlanjut
Bull Case (Eskalasi)$120 – $147+/barel$140 – $175+Penutupan penuh Hormuz-Laut Merah

Trading USO Sekarang!

Trading Options USO Sekarang!

 

PENTING: Investasi pada aset kripto, komoditas, serta instrumen derivatif seperti Options dan Futures adalah produk berisiko tinggi yang melibatkan volatilitas harga yang ekstrem. Pengguna diharapkan selalu melakukan riset mandiri secara mendalam (Do Your Own Research/DYOR) sebelum mengambil keputusan finansial apa pun.

Ditulis oleh
channel logo
Jihad El FikryRight baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1