ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Berita & Analisis
Saham Amazon Akhirnya Rebound!
shareIcon

Saham Amazon Akhirnya Rebound!

10 hours ago
·
Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Saham Amazon Akhirnya Rebound!
Pasar saham Amerika baru saja melewati periode yang cukup menegangkan, khususnya bagi para pemegang saham Amazon ($AMZN). Setelah terjebak dalam tren penurunan selama sembilan hari berturut-turut—rekor terburuk sejak tahun 2006, saham raksasa e-commerce dan cloud ini akhirnya berhasil bangkit pada perdagangan Selasa (17/02/2026).

Kenaikan tipis sebesar 1,19% ke level $201,15 ini mengakhiri aksi jual masif yang sempat menghapus valuasi saham Amazon hingga lebih dari $450 miliar (sekitar Rp7.065 triliun). Namun, apakah ini awal dari pemulihan jangka panjang, atau sekadar technical rebound sesaat?

Beli Call Option AMZN di Sini!

Beli Saham AMZN di Sini!

Key Takeaways

  • Pemulihan Teknis: Saham Amazon ($AMZN) naik lebih dari 1% setelah anjlok sekitar 18% sejak awal Februari.
  • Belanja AI Fantastis: Pemicu utama aksi jual adalah rencana kenaikan Capital Expenditure (Capex) menjadi $200 miliar di tahun 2026 demi infrastruktur AI.
  • Pertumbuhan AWS: Meski pasar khawatir akan arus kas, pendapatan AWS tumbuh kuat sebesar 24% YoY, menandakan permintaan cloud yang tetap solid.
  • Mode "Prove It": Analis kini menunggu bukti konkret bahwa investasi jumbo di bidang AI akan memberikan imbal hasil (return) yang sepadan bagi laba perusahaan.

Mengapa Investor "Menghukum" Amazon?

Sentimen negatif ini bermula dari laporan keuangan kuartal keempat yang dirilis awal bulan ini. Meskipun kinerja operasional Amazon tetap solid, pasar dikejutkan oleh rencana pengeluaran modal (Capital Expenditure/Capex) perusahaan yang sangat agresif.

Amazon memproyeksikan belanja modal sebesar $200 miliar untuk tahun 2026. Angka ini naik hampir 60% dibandingkan tahun lalu dan melampaui estimasi analis Wall Street sebesar $50 miliar. Sebagian besar dana tersebut akan dialokasikan untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI), mulai dari pusat data, chip kustom, hingga peralatan jaringan.

Investor mulai merasa cemas bahwa perlombaan senjata AI di antara raksasa teknologi (Amazon, Microsoft, Google, dan Meta) akan menguras arus kas bebas (free cash flow) mereka dalam jangka pendek.

‘Mode Pembuktian’ Amazon

CEO Amazon, Andy Jassy, tetap berdiri tegak membela strategi belanja jumbo ini. Menurutnya, investasi ini bukan sekadar spekulasi, melainkan respons terhadap permintaan dari pelanggan cloud mereka. Jassy memproyeksikan bahwa kapasitas pusat data perusahaan perlu dilipatgandakan pada tahun 2027 untuk menampung beban kerja AI yang terus meningkat.

Senada dengan Jassy, CEO AWS Matt Garman juga menegaskan bahwa peluang AI di sektor cloud terlalu besar untuk dilewatkan. Analis dari Wedbush bahkan menyebut bahwa Amazon kini berada dalam "mode pembuktian" (prove-it mode). Investor membutuhkan bukti konkret bahwa triliunan rupiah yang digelontorkan hari ini akan berubah menjadi pertumbuhan laba yang signifikan di masa depan.

Performa AWS Tetap Solid

Di tengah fluktuasi harga saham Amerika, satu hal yang tetap konsisten adalah pertumbuhan Amazon Web Services (AWS). Pendapatan AWS tercatat tumbuh kuat sebesar 24% (YoY). Para analis tetap optimis bahwa seiring dengan lebih banyaknya kapasitas pusat data yang online tahun depan, pertumbuhan pendapatan AWS justru akan mengalami akselerasi.

Beli Call Option AMZN di Sini!

Beli Saham AMZN di Sini!

Perbandingan Kinerja Saham Big Tech (Februari 2026)

Perusahaan

Pergerakan Harga (Daily)

Isu Utama

Saham Amazon (AMZN)

+1.19%

Rebound teknis setelah penurunan 9 hari.

Saham Microsoft (MSFT)

-1.10%

Tekanan pada sesi negatif ke-5 berturut-turut.

Saham Alphabet (GOOGL)

-1.25%

Kekhawatiran belanja capex yang serupa.

Saham Meta (META)

-0.75%

Konsolidasi setelah pengumuman kemitraan Nvidia.

Risiko & Pertimbangan Investasi

  1. Volatilitas Sektor Teknologi: Saham Amerika berbasis AI cenderung bergerak sangat volatil mengikuti berita terkait suku bunga dan laporan pengeluaran modal.
  2. Margin Operasional: Jika pertumbuhan pendapatan AWS tidak mampu mengimbangi laju belanja modal, margin keuntungan Amazon dapat tergerus dalam beberapa kuartal ke depan.
  3. Persaingan Cloud: Google Cloud dan Microsoft Azure terus membayangi pangsa pasar AWS dengan integrasi AI yang sangat agresif.

FAQ

  1. Mengapa saham Amazon turun 9 hari berturut-turut?
    Karena investor merespons negatif rencana pengeluaran $200 miliar untuk AI yang dinilai terlalu agresif.
  2. Apakah penurunan ini yang terparah?
    Secara durasi (9 hari), ini adalah rekor terburuk Amazon sejak tahun 2006.
  3. Apa itu "Prove It Mode"?
    Istilah analis untuk fase di mana perusahaan harus membuktikan bahwa belanja besar akan menghasilkan keuntungan nyata, bukan sekadar membangun infrastruktur kosong.
  4. Bagaimana kinerja AWS saat ini?
    Sangat baik. AWS tumbuh 24% dan menjadi motor utama profitabilitas Amazon.
  5. Berapa target harga saham Amazon (AMZN) menurut analis?
    Mayoritas analis Wall Street masih memberikan rating "Buy" dengan target harga rata-rata di kisaran $280 - $300.
  6. Apakah sekarang saat yang tepat untuk beli Saham Amazon?
    Secara historis, penurunan tajam pada perusahaan fundamental kuat sering dianggap peluang buy on dip, namun investor harus siap dengan volatilitas tinggi.

Beli Call Option AMZN di Sini!

Beli Saham AMZN di Sini!

Sumber

  • Laporan Keuangan Amazon Q4 2025
  • Data Pasar NASDAQ (17 Februari 2026)
  • Analisis Wedbush Securities
  • Laporan CNBC Tech.
Ditulis oleh
channel logo
Davion ArsinioRight baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1