Berita & Analisis
Saham Amazon Akhirnya Rebound!










Kenaikan tipis sebesar 1,19% ke level $201,15 ini mengakhiri aksi jual masif yang sempat menghapus valuasi saham Amazon hingga lebih dari $450 miliar (sekitar Rp7.065 triliun). Namun, apakah ini awal dari pemulihan jangka panjang, atau sekadar technical rebound sesaat?
Beli Call Option AMZN di Sini!
Sentimen negatif ini bermula dari laporan keuangan kuartal keempat yang dirilis awal bulan ini. Meskipun kinerja operasional Amazon tetap solid, pasar dikejutkan oleh rencana pengeluaran modal (Capital Expenditure/Capex) perusahaan yang sangat agresif.
Amazon memproyeksikan belanja modal sebesar $200 miliar untuk tahun 2026. Angka ini naik hampir 60% dibandingkan tahun lalu dan melampaui estimasi analis Wall Street sebesar $50 miliar. Sebagian besar dana tersebut akan dialokasikan untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI), mulai dari pusat data, chip kustom, hingga peralatan jaringan.
Investor mulai merasa cemas bahwa perlombaan senjata AI di antara raksasa teknologi (Amazon, Microsoft, Google, dan Meta) akan menguras arus kas bebas (free cash flow) mereka dalam jangka pendek.
CEO Amazon, Andy Jassy, tetap berdiri tegak membela strategi belanja jumbo ini. Menurutnya, investasi ini bukan sekadar spekulasi, melainkan respons terhadap permintaan dari pelanggan cloud mereka. Jassy memproyeksikan bahwa kapasitas pusat data perusahaan perlu dilipatgandakan pada tahun 2027 untuk menampung beban kerja AI yang terus meningkat.
Senada dengan Jassy, CEO AWS Matt Garman juga menegaskan bahwa peluang AI di sektor cloud terlalu besar untuk dilewatkan. Analis dari Wedbush bahkan menyebut bahwa Amazon kini berada dalam "mode pembuktian" (prove-it mode). Investor membutuhkan bukti konkret bahwa triliunan rupiah yang digelontorkan hari ini akan berubah menjadi pertumbuhan laba yang signifikan di masa depan.
Di tengah fluktuasi harga saham Amerika, satu hal yang tetap konsisten adalah pertumbuhan Amazon Web Services (AWS). Pendapatan AWS tercatat tumbuh kuat sebesar 24% (YoY). Para analis tetap optimis bahwa seiring dengan lebih banyaknya kapasitas pusat data yang online tahun depan, pertumbuhan pendapatan AWS justru akan mengalami akselerasi.
Beli Call Option AMZN di Sini!
Perusahaan | Pergerakan Harga (Daily) | Isu Utama |
Saham Amazon (AMZN) | +1.19% | Rebound teknis setelah penurunan 9 hari. |
Saham Microsoft (MSFT) | -1.10% | Tekanan pada sesi negatif ke-5 berturut-turut. |
Saham Alphabet (GOOGL) | -1.25% | Kekhawatiran belanja capex yang serupa. |
Saham Meta (META) | -0.75% | Konsolidasi setelah pengumuman kemitraan Nvidia. |
Beli Call Option AMZN di Sini!
Sumber


