Berita & Analisis
Menkeu Purbaya Buka Peluang Insentif Pajak untuk Pasar Modal, Saham Apa yang Bakal Paling Diuntungkan?










Ada kabar besar dari Kementerian Keuangan yang wajib kamu tahu sebagai investor.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka membuka peluang pemberian insentif fiskal bagi pelaku pasar modal Indonesia, termasuk saham, obligasi, dan reksa dana. Pernyataan itu disampaikan langsung di Bursa Efek Indonesia pada 27 April 2026, dalam acara peluncuran program PINTAR Reksa Dana.
Bukan sekadar wacana biasa. Ini sinyal konkret dari orang nomor satu di keuangan negara bahwa pemerintah serius mendorong pendalaman pasar modal sebagai bagian dari reformasi ekonomi nasional.
Purbaya tidak langsung mengumumkan kebijakan baru. Tapi ia memberikan conditional commitment yang sangat berarti: jika reformasi pasar modal berjalan efektif dalam enam bulan ke depan, pelaku industri dipersilakan datang mengajukan insentif.
"Kalau programnya berjalan bagus, enam bulan dari sekarang industri pasar modal boleh datang meminta insentif."
Insentif yang berpotensi dipertimbangkan antara lain:
Di saat yang sama, Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I dan II 2026 diproyeksikan di atas 5,5%, fondasi makro yang kuat untuk mendukung ekspansi pasar modal. Bahkan ia menyebutkan skenario optimistis IHSG bisa menembus 28.000 pada 2029–2030 jika reformasi berjalan konsisten.
Selama ini, salah satu hambatan terbesar partisipasi investor di pasar modal adalah beban pajak investasi yang dinilai kurang kompetitif dibanding produk perbankan atau negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.
Jika insentif terealisasi, dampaknya bisa signifikan:
Tidak semua saham setara dalam merespons katalis ini. Beberapa sektor dan emiten memiliki posisi paling strategis untuk menikmati dampak insentif fiskal pasar modal.
Bank-bank besar Indonesia adalah salah satu penerima manfaat terbesar dari pendalaman pasar modal. Ketika lebih banyak investor aktif di bursa, fee-based income dari layanan sekuritas, wealth management, dan kustodian naik. Di sisi lain, insentif pajak investasi mendorong masyarakat mengalihkan dana dari deposito ke pasar modal — yang justru memperkuat struktur pendanaan bank dari fee ketimbang bunga.
Emiten yang patut dicermati: BBCA, BBRI, BMRI, BBNI
Saham-saham telko dan digital seperti TLKM dan EXCL dikenal punya basis pemegang saham ritel yang besar. Ketika insentif mendorong lebih banyak investor baru masuk bursa dan aktif bertransaksi, saham dengan likuiditas tinggi dan nama yang familiar menjadi magnet pertama. Merger XLSmart (EXCL) juga menjadi katalis tersendiri yang menarik perhatian pasar.
Emiten yang patut dicermati: TLKM, EXCL
Jika insentif untuk emiten ber-free float besar terealisasi, maka emiten yang saat ini memiliki free float rendah akan terdorong melepas lebih banyak saham ke publik. Proses ini secara historis meningkatkan likuiditas dan valuasi saham tersebut di pasar. Peraturan OJK terkait minimum free float 15% yang baru berlaku tahun ini menjadi katalis tambahan.
Volume transaksi yang lebih tinggi = pendapatan komisi lebih besar. Aset under management (AUM) reksa dana yang tumbuh = fee pengelolaan naik. Insentif pajak pasar modal secara langsung mendorong pertumbuhan bisnis inti perusahaan sekuritas dan manajer investasi yang terdaftar di bursa.
Purbaya menekankan pertumbuhan ekonomi di atas 5,5% sebagai fondasi kenaikan pasar. Sektor yang paling sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi adalah infrastruktur, energi, dan konsumsi domestik — yang menjadi tulang punggung ekspansi GDP Indonesia.
Emiten yang patut dicermati: PGAS, ADRO, JSMR
Sinyal positif ini tetap perlu dibaca dengan kepala dingin. Beberapa risiko yang bisa menghambat:
Pernyataan Purbaya bukan janji, tapi forward guidance yang bermakna. Ini memberikan cukup waktu bagi investor untuk mulai memposisikan portofolio sebelum insentif benar-benar diumumkan.
Sejarah pasar modal global menunjukkan bahwa pasar bergerak mengantisipasi kebijakan, bukan menunggu kepastian. Investor yang masuk lebih awal saat sinyal masih lemah biasanya menikmati return lebih besar saat katalis terkonfirmasi.
Tertarik manfaatkan momen ini? Di Pluang, kamu bisa mulai investasi saham Indonesia dengan mudah — langsung dari genggaman tanganmu. Pilih saham-saham berpotensi dari sektor perbankan, telko, hingga energi yang bisa diuntungkan dari kebijakan insentif fiskal ini.
👉 Mulai Investasi Saham di Pluang
Investasi mengandung risiko. Pastikan kamu memahami profil risiko dan tujuan investasimu sebelum bertransaksi. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi investasi.


