









Transformasi ini membuat saham MSTR tidak lagi dinilai seperti perusahaan software konvensional, melainkan sebagai proxy leveraged terhadap pergerakan harga Bitcoin. Konsekuensinya, volatilitas saham MSTR jauh melampaui saham teknologi pada umumnya.
Strategi Bitcoin: Agresif dan Tidak Konvensional
Strategy secara konsisten menggunakan kombinasi penerbitan saham, obligasi konversi, dan instrumen preferen untuk mendanai pembelian Bitcoin. Pada awal 2026, perusahaan kembali melakukan pembelian Bitcoin dalam jumlah besar senilai lebih dari US$2 miliar, memperkuat posisinya sebagai pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia.
Pendekatan ini mencerminkan keyakinan manajemen bahwa Bitcoin adalah penyimpan nilai jangka panjang yang lebih unggul dibanding kas atau obligasi, terutama dalam lingkungan makro dengan risiko inflasi dan ketidakpastian moneter global.
Namun, strategi ini juga menciptakan risiko struktural, terutama terkait dilusi saham dan sensitivitas ekstrem terhadap fluktuasi harga Bitcoin.
Performa Saham: Turun Tajam dari Puncak, Masih Relevan?
Meski Bitcoin sempat mendekati rekor tertinggi, saham MSTR tercatat masih turun sekitar 70% dari all-time high. Hal ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor: apakah MSTR sudah menjadi saham undervalued, atau justru mencerminkan risiko yang belum sepenuhnya tercermin?
Beberapa faktor yang menekan saham:
Di sisi lain, saham MSTR tetap menunjukkan respon positif di sesi after-hours ketika Bitcoin mulai stabil, bahkan saat saham-saham kripto lain melemah. Ini mengindikasikan bahwa sebagian investor masih melihat MSTR sebagai kendaraan strategis untuk eksposur Bitcoin jangka panjang.
Korelasi dengan Bitcoin: Leverage yang Menguntungkan dan Berbahaya
Secara historis:
Hal ini menjadikan MSTR mirip dengan ETF Bitcoin berleverage, meski secara struktur bukan produk ETF. Investor perlu memahami bahwa pergerakan MSTR bukan hanya mencerminkan harga Bitcoin, tetapi juga:
Sinyal Pasar Terbaru: Insider Activity dan Stabilitas Bitcoin
Beberapa laporan terbaru menunjukkan adanya aktivitas insider buying, yang sering dipandang sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap valuasi saham saat ini. Selain itu, stabilisasi harga Bitcoin di kisaran tertentu turut membantu saham MSTR bertahan di tengah tekanan sektor kripto secara luas.
Meski bukan jaminan pembalikan tren, kombinasi stabilitas aset dasar dan sinyal internal ini sering menjadi perhatian investor jangka menengah.
Risiko Utama yang Perlu Dipahami Investor
Sebelum mempertimbangkan MSTR, investor perlu memahami risiko utama berikut:
Apakah MSTR Menarik di 2026?
Jawabannya sangat tergantung pada profil risiko investor.
MSTR bukan sekadar saham teknologi, melainkan eksperimen finansial besar di persimpangan pasar modal dan aset kripto.
Kesimpulan
MSTR adalah saham dengan karakter unik: berpotensi memberikan imbal hasil besar saat Bitcoin bullish, namun juga membawa risiko drawdown signifikan saat sentimen berbalik. Bagi investor Pluang, MSTR dapat diposisikan sebagai instrumen taktis berisiko tinggi, bukan core holding jangka panjang.
Memahami struktur, strategi, dan risikonya adalah kunci sebelum menjadikan MSTR bagian dari portofolio.


