Berita & Analisis
Tetap Tenang Walau Saham Salesforce Koreksi, Kenaikan Laba dan Buyback Jadi Kunci










Secara angka, Salesforce sebenarnya tampil cukup solid. Perusahaan berhasil melampaui estimasi konsensus LSEG baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih:
Namun, pasar cenderung bereaksi negatif terhadap proyeksi (guidance) pendapatan untuk tahun fiskal 2027. Salesforce memprediksi pendapatan di angka $45,8 miliar hingga $46,2 miliar—angka yang dinilai investor sedikit "pas-pasan" jika dibandingkan dengan ambisi pertumbuhan di tengah euforia AI.
Metrik Proyeksi (FY 2027) | Estimasi Perusahaan (Guidance) | Ekspektasi Analis (LSEG) | Selisih |
Pendapatan | $45,8B - $46,2B | $46,06B | Mid-point Inline |
Laba (Adj. EPS) | $13,11 - $13,19 | $13,12 | Beat Estimasi |
Implikasi Growth | 10% - 11% | - | Melambat |
Menyikapi harga saham yang sudah turun sekitar 28% sepanjang tahun 2026, Marc Benioff mengambil langkah agresif dengan mengalokasikan $50 miliar untuk pembelian kembali saham (buyback).
"Kami melakukan ini karena harganya sedang murah," ujar Benioff dengan percaya diri.
Langkah buyback biasanya dipandang sebagai sinyal positif bahwa manajemen merasa nilai perusahaan saat ini sedang undervalued (murah) dan merupakan cara untuk mengembalikan nilai kepada pemegang saham.
Mengapa investor terlihat cemas? Belakangan ini, muncul ketakutan bahwa teknologi Generative AI justru bisa mengganggu model bisnis perusahaan perangkat lunak tradisional.
Sentimen ini diperburuk oleh jatuhnya saham IBM baru-baru ini setelah Anthropic merilis tool AI yang mampu memodernisasi kode lama secara otomatis. Investor khawatir AI akan membuat proses kerja menjadi terlalu efisien sehingga kebutuhan akan lisensi software besar seperti Salesforce mungkin berkurang di masa depan.
Meski pasar khawatir, Salesforce tidak tinggal diam. Mereka kini fokus pada Agentforce, teknologi AI untuk otomatisasi layanan pelanggan. Hasilnya mulai terlihat dimana pendapatan tahunan dari Agentforce telah menembus $800 juta pada kuartal ini.
Selain itu, Salesforce juga memanen keuntungan dari investasinya di startup AI ternama, Anthropic. Benioff mengungkapkan bahwa perusahaan memiliki sekitar 1% saham di Anthropic dan baru saja menambah investasi sebesar $100 juta lagi.
Berkat akuisisi Informatica senilai $8 miliar, Salesforce menaikkan target pendapatan tahun fiskal 2030 menjadi $63 miliar (sebelumnya $60 miliar). Ini menunjukkan bahwa secara fundamental, Salesforce masih optimis bisa terus melakukan ekspansi melalui kombinasi inovasi produk dan akuisisi strategis.
Koreksi harga saham Salesforce mencerminkan tarik-ulur antara sentimen jangka pendek terkait "ketakutan AI" dan fundamental perusahaan yang masih tumbuh. Bagi investor jangka panjang, komitmen buyback senilai $50 miliar menunjukkan posisi kas yang sangat kuat dan kepercayaan diri manajemen terhadap masa depan perusahaan.


