ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Berita & Analisis
Kevin Warsh: Era Baru Federal Reserve di Bawah Kepemimpinan Pilihan Donald Trump
shareIcon

Kevin Warsh: Era Baru Federal Reserve di Bawah Kepemimpinan Pilihan Donald Trump

2 Feb 2026, 8:43 AM
·
Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Kevin Warsh: Era Baru Federal Reserve di Bawah Kepemimpinan Pilihan Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi telah menunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru, menggantikan Jerome Powell. Keputusan yang diumumkan pada Jumat (30/1/2026) ini menandai akhir dari ketegangan panjang antara Trump dan Powell, sekaligus memulai babak baru dalam arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Penunjukan ini merupakan puncak dari proses seleksi ketat yang dimulai sejak musim panas tahun lalu. Trump, yang dikenal vokal mengkritik kebijakan Powell sejak 2018, memberikan pujian tertinggi bagi Warsh.

"Saya telah mengenal Kevin sejak lama, dan saya tidak ragu bahwa dia akan dikenang sebagai salah satu Ketua The Fed TERHEBAT, mungkin yang terbaik," tulis Trump melalui unggahannya di Truth Social.

Key Takeaways

  • Perubahan Rezim: Kevin Warsh dikenal dengan visi "perubahan rezim" untuk mengembalikan kredibilitas The Fed yang ia anggap luntur selama beberapa tahun terakhir.

  • Sosok Hawkish yang Independen: Meski memiliki hubungan dekat dengan Trump, pasar memandang Warsh sebagai sosok independen dengan pandangan disiplin fiskal dan kebijakan moneter yang ketat (hawkish).

  • Transisi Strategis: Penunjukan ini mengakhiri spekulasi panjang yang melibatkan 11 kandidat, dengan fokus utama pada pemulihan stabilitas harga dan koordinasi kebijakan yang lebih harmonis namun tetap otonom.

Profil Kevin Warsh: Antara Wall Street dan Kebijakan Publik

Kevin Warsh bukan orang baru di koridor kekuasaan finansial AS. Di usia 55 tahun, ia membawa portofolio yang mengesankan:

  • Pendidikan: Lulusan Stanford University (BA) dan Harvard Law School (JD).

  • Karier Awal: Memulai karier di Morgan Stanley sebagai bankir investasi sebelum menjadi penasihat ekonomi senior untuk Presiden George W. Bush.

  • Pengalaman The Fed: Menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur Federal Reserve (2006–2011) dan menjadi salah satu arsitek utama penyelamatan ekonomi saat krisis finansial global 2008.

  • Akademisi: Peneliti senior di Hoover Institution, Stanford University.

Respons Pasar dan Tantangan "Perubahan Rezim"

Meskipun kontrak berjangka saham AS sempat fluktuatif sesaat setelah pengumuman, pasar keuangan secara umum menyambut Warsh dengan stabil. David Bahnsen, Kepala Investasi The Bahnsen Group, menilai Warsh memiliki kredibilitas tinggi di mata Wall Street.

Namun, posisi Warsh diprediksi tidak akan mudah. Dalam wawancara dengan CNBC sebelumnya, ia sempat menyerukan perlunya "perubahan rezim" di tubuh The Fed untuk mengatasi apa yang ia sebut sebagai "defisit kredibilitas."

Tantangan Utama Warsh:

  1. Inflasi: Menjaga stabilitas harga di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya terkendali.

  2. Independensi: Membuktikan bahwa ia tetap independen di tengah tekanan politik Gedung Putih.

  3. Konsensus Internal: Menyelaraskan visi dengan pejabat The Fed lainnya yang sangat bergantung pada tradisi konsensus.

Mengapa Kevin Warsh?

Penunjukan Warsh mengalahkan 11 kandidat kuat lainnya, termasuk nama-nama besar seperti Christopher Waller dan Rick Rieder. Proses seleksi yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Scott Bessent ini akhirnya mengerucut pada Warsh karena kombinasi unik antara pandangan hawkish (tegas terhadap inflasi) dan pengalamannya yang matang di sektor swasta maupun publik.

Wall Street melihat Warsh sebagai sosok yang disiplin secara fiskal namun tetap pragmatis dalam menghadapi dinamika pasar global.

Penunjukan ini didorong oleh beberapa faktor fundamental yang mendefinisikan hubungan antara Gedung Putih, pasar keuangan, dan bank sentral:

  1. Defisit Kredibilitas: Warsh sering berpendapat bahwa The Fed telah kehilangan arah dalam memberikan proyeksi ekonomi yang akurat. Driver utama di sini adalah keinginan untuk mengembalikan "forward guidance" yang lebih kredibel.

  2. Disiplin Moneter vs. Tekanan Fiskal: Di tengah utang pemerintah AS yang membengkak, penunjukan Warsh dilihat sebagai upaya untuk menyeimbangkan kebutuhan penurunan suku bunga jangka pendek dengan stabilitas inflasi jangka panjang.

  3. Pengalaman Krisis: Sebagai salah satu arsitek penanganan krisis 2008 bersama Ben Bernanke, Warsh memiliki "jam terbang" yang dibutuhkan untuk menghadapi ketidakpastian pasar global saat ini.

Perbandingan: Jerome Powell vs. Kevin Warsh

FiturJerome PowellKevin Warsh
Gaya KomunikasiBerhati-hati, bergantung pada data (data-dependent)Lugas, menekankan pada strategi jangka panjang
Pendekatan InflasiFleksibel (Average Inflation Targeting)Cenderung Hawkish (Disiplin ketat terhadap target)
Latar BelakangHukum & Private EquityHukum, Perbankan Investasi, & Akademisi Ekonomi
Hubungan dengan TrumpSering bersitegangHubungan personal baik, namun profesional

Langkah-Langkah Transisi Kepemimpinan (Step-by-Step)

Proses pergantian Ketua The Fed mengikuti protokol ketat di Amerika Serikat:

  1. Nominasi Formal: Presiden mengumumkan nama kandidat (telah dilakukan pada 30 Januari 2026).

  2. Uji Kelayakan (Confirmation Hearing): Senat AS, melalui Komite Perbankan, akan melakukan sesi tanya jawab mendalam terhadap Warsh mengenai visi moneternya.

  3. Pemungutan Suara Senat: Jika disetujui oleh Komite, seluruh anggota Senat akan melakukan voting untuk mengonfirmasi jabatan tersebut.

  4. Pelantikan: Setelah konfirmasi, Warsh akan mengambil sumpah jabatan untuk masa bakti 4 tahun sebagai Ketua.

Risks & Considerations 

Sebagai figur yang membawa mandat perubahan, terdapat beberapa risiko yang perlu diperhatikan investor:

  • Risiko Volatilitas Pasar: Seruan Warsh untuk "perubahan rezim" bisa memicu ketidakpastian jangka pendek di pasar obligasi (Treasury) jika ia melakukan perubahan kebijakan secara drastis.

  • Independensi Politik: Tantangan terbesar Warsh adalah menjaga jarak profesional dari Presiden Trump. Jika ia terlihat terlalu mengikuti keinginan Gedung Putih, kredibilitas dolar AS di mata internasional bisa terancam.

  • Transmisi Kebijakan: Mengingat The Fed bekerja berdasarkan konsensus, Warsh harus mampu meyakinkan anggota dewan gubernur lainnya yang mungkin masih berpaham konvensional.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  1. Siapa Kevin Warsh? Seorang ekonom, mantan bankir Morgan Stanley, dan mantan Gubernur Fed yang dikenal karena perannya dalam mengatasi krisis keuangan 2008.

  2. Mengapa Trump memilih Warsh daripada Powell? Trump menginginkan wajah baru yang lebih sejalan dengan visinya dan merasa Powell terlalu lambat dalam merespons dinamika ekonomi.

  3. Apa yang dimaksud dengan pandangan "Hawkish"? Sikap kebijakan moneter yang lebih mengutamakan pengendalian inflasi melalui suku bunga yang lebih tinggi daripada sekadar mendorong pertumbuhan ekonomi.

  4. Bagaimana reaksi pasar terhadap penunjukan ini? Awalnya ada sedikit koreksi negatif pada kontrak berjangka, namun pasar segera pulih karena kredibilitas Warsh di Wall Street.

  5. Kapan Kevin Warsh resmi menjabat? Setelah melewati proses konfirmasi di Senat AS, yang biasanya memakan waktu beberapa minggu hingga bulan.

  6. Apa dampak penunjukan ini bagi Indonesia? Kebijakan suku bunga AS yang lebih disiplin di bawah Warsh dapat memengaruhi arus modal keluar (capital outflow) dan stabilitas nilai tukar Rupiah.

  7. Apakah Warsh akan langsung menurunkan suku bunga? Pasar memprediksi adanya tekanan untuk penurunan jangka pendek, namun secara historis Warsh lebih berhati-hati terhadap pelonggaran moneter yang berlebihan.

  8. Apa peran Menteri Keuangan Scott Bessent dalam hal ini? Bessent adalah pemimpin proses wawancara dan seleksi yang menyaring kandidat hingga terpilihnya Warsh.

Penunjukan Kevin Warsh adalah pertaruhan besar bagi Donald Trump. Jika berhasil, Warsh akan menjadi sosok yang menyeimbangkan antara ambisi ekonomi nasionalistik Trump dengan stabilitas finansial global. Namun, jika gagal menavigasi tekanan politik, ia akan menghadapi tantangan kredibilitas yang sama dengan pendahulunya.

Ditulis oleh
channel logo
Davion ArsinioRight baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1