ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Berita & Analisis
Laba BRPT Meledak 288%, Prajogo Group Bikin IHSG Terbang
shareIcon

Laba BRPT Meledak 288%, Prajogo Group Bikin IHSG Terbang

6 May 2026, 9:51 AM
Ā·
Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Prajogo Pangestu, sosok dibalik Barito Pacific (BRPT)
Saham BRPT kena Auto Reject Atas +24,66% dengan volume Rp 1,29 triliun setelah EBITDA Q1 2026 meledak 288% YoY ke rekor $567 juta. Simak analisis lengkap mengenai BRPT di bawah ini.

Ā 

Disclaimer: Konten ini bersifat edukatif dan bukan merupakan saran investasi. Investasi saham mengandung risiko. Pastikan kamu sudah memahami risikonya sebelum berinvestasi.

Kemarin, BRPT Jadi Bintang Bursa

Rabu, 5 Mei 2026. Saat banyak saham bergerak biasa-biasa saja, satu saham langsung menyedot perhatian seluruh pasar: PT Barito Pacific (BRPT). Dalam satu hari perdagangan, BRPT melesat +24,66% ke level Rp 2.300 — dan langsung menyentuh batas kenaikan maksimal yang diizinkan bursa alias Auto Reject Atas (ARA).

Bukan itu saja. Total nilai transaksi BRPT di hari itu mencapai Rp 1,29 triliun — delapan kali lipat dari rata-rata harian biasanya. IHSG ikut terdongkrak ke level 7.057, tertinggi dalam lebih dari setahun terakhir.

Yang bikin semua ini terjadi? Laporan keuangan kuartal pertama 2026 yang, singkatnya, bikin pasar melongo.

Intip Saham BRPT di SinišŸ‘€

Apa Itu ARA dan Kenapa Kamu Harus Peduli?

Auto Reject Atas (ARA) adalah batas kenaikan harga saham dalam satu hari yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia. Artinya, ketika saham sudah menyentuh ARA, harganya tidak bisa naik lagi di hari itu meskipun masih banyak yang antri beli.

Kalau sebuah saham kena ARA, itu bukan kejadian biasa. Itu artinya permintaan jauh melebihi penawaran — semua orang mau beli, tapi hampir tidak ada yang mau jual.

Dan BRPT kemarin bukan cuma kena ARA dengan volume kecil. Rp 1,29 triliun itu angka yang sangat besar. Ini bukan sekadar euforia retail — ini sinyal bahwa investor institusi besar sedang masuk.

Apa yang Bikin BRPT Bisa Seliar Ini?

Laba Rekor yang Tidak Ada Tandingannya

Di Q1 2026, PT Barito Pacific mencatat EBITDA sebesar $567 juta — naik 288% dibanding periode yang sama tahun lalu. Ini bukan rekor kecil-kecilan: ini adalah angka EBITDA tertinggi dalam sejarah perusahaan.

Kalau kamu bingung soal istilah EBITDA, analoginya gini: bayangkan tahun lalu usahamu menghasilkan Rp 100 juta keuntungan operasional. Tahun ini, tiba-tiba jadi Rp 388 juta — dalam tiga bulan. Itu baru namanya meledak.

Pasar saham bereaksi terhadap kejutan positif seperti ini dengan cepat dan keras. Dan itulah yang terjadi kemarin.

Anak Perusahaannya Ikut Meledak

BRPT bukan main sendirian. Perusahaan ini adalah induk dari PT Chandra Asri Pacific (TPIA), produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia.

Kemarin, TPIA juga kena ARA dengan kenaikan +19,70% ke Rp 6.075. Penyebabnya? Chandra Asri resmi mencabut status Force Majeure yang sebelumnya membatasi kapasitas produksi mereka akibat gangguan di akhir 2025. Status ini dicabut artinya: pabrik sudah jalan full capacity lagi.

Kalau induknya sehat dan anaknya juga pulih — wajar kalau pasar langsung repricing keduanya.

Seluruh Grup Prajogo Ikut Naik

Yang menarik bukan hanya BRPT dan TPIA. Di hari yang sama, hampir semua saham di bawah naungan Grup Prajogo ikut terbang:

Ketika beberapa saham dalam satu konglomerat besar bergerak kompak ke atas dalam satu hari, itu bukan kebetulan. Itu sinyal bahwa fund manager besar sedang menaikkan alokasi mereka ke seluruh Grup Prajogo secara bersamaan — sebuah liquidity rotation yang jarang terjadi.

BRPT Masih Bisa Lari Seberapa Jauh?

Ini yang menarik. Meski sudah naik +24,66% dalam sehari, kalau dilihat dari gambaran yang lebih besar, BRPT belum kemana-mana.

Sembilan bulan lalu, harga BRPT ada di titik terendah 52 minggu: Rp 765. Kemarin ditutup di Rp 2.300. Itu kenaikan 136% dalam kurang dari setahun — dan saham ini masih jauh di bawah puncak historisnya di Rp 4.530.

Target analis saat ini ada di Rp 2.602 sebagai target jangka pendek, dengan potensi ke Rp 3.200 untuk jangka yang lebih panjang. Yang penting dicatat: target-target ini ditetapkan sebelum laporan EBITDA +288% ini keluar. Artinya, ada kemungkinan besar analis akan merevisi target mereka ke atas dalam waktu dekat setelah mencerna angka keuangan Q1 ini.

Gimana Kalau Kamu Ingin Ikut?

Setelah saham kena ARA, biasanya ada dua skenario di hari berikutnya: harga melanjutkan kenaikan karena antrian beli masih panjang, atau ada koreksi sementara karena sebagian investor ambil untung.

Karena itulah penting untuk tidak langsung terburu-buru masuk di harga berapapun tanpa pertimbangan. Strategi yang bijak: tunggu dulu harga membentuk level support setelah pembukaan. Kalau BRPT bisa bertahan di atas Rp 2.100 saat ada tekanan jual, itu tanda bahwa momentum masih kuat dan institusi masih menopang harga.

ParameterLevel
Zona EntryRp 2.100 – Rp 2.400
Target 1Rp 2.700
Target 2Rp 3.200
Stop LossRp 1.900

Yang Perlu Kamu Waspadai

Tidak ada saham yang naik lurus tanpa risiko, dan BRPT punya beberapa hal yang perlu diperhatikan:

🟢 Argumen BelišŸ”“ Risiko
  • Ā EBITDA Q1 2026 naik 288% YoY ke rekor $567 juta
  • Ā Volume Rp 1,29 triliun = institusi yang masuk, bukan retail pump
  • Ā TPIA Force Majeure dicabut — kapasitas produksi penuh kembali
  • Ā Masih jauh dari puncak historis Rp 4.530
  • Ā Target analis kemungkinan direvisi naik pasca laporan Q1
  • Ā Chase risk pasca-ARA — harga bisa koreksi di hari berikutnya
  • Ā TPIA punya rasio utang tinggi (DER 117%)
  • Ā Sensitif terhadap harga naphtha yang dibeli dalam dolar AS
  • Ā Pelemahan rupiah bisa menekan margin petrokimia

Perlu digarisbawahi: risiko-risiko di atas bukan hal baru. Pasar sudah tahu ini semua — dan kemarin tetap memasukkan Rp 1,29 triliun ke saham ini.

Ringkasan Saham BRPT

InformasiDetail
Harga TerakhirRp 2.300 (+24,66% / ARA)
52-Week Low / HighRp 765 / Rp 4.530
EBITDA Q1 2026$567 juta (+288% YoY) — Rekor Sepanjang Masa
Volume TransaksiRp 1,29 triliun (8x rata-rata harian)
Zona EntryRp 2.100 – Rp 2.400
Target 1 / Target 2Rp 2.700 / Rp 3.200
Stop LossRp 1.900
Anak PerusahaanTPIA (+19,70% / ARA) — Force Majeure dicabut

Mulai Trading BRPT Sekarang di Pluang

Kamu bisa beli dan jual saham BRPTĀ langsung dari aplikasi Pluang — tanpa ribet, tanpa minimum investasi yang besar. Cukup buka aplikasi, cari ticker BRPT, dan mulai dengan modal yang sesuai kemampuan kamu.

Beli Saham BRPT di Sini!

Jangan lupa selalu investasi sesuai profil risiko dan kemampuan finansial kamu, ya. Pluang hadir bukan untuk memaksamu ikut tren, tapi untuk memastikan kamu punya akses ke informasi dan instrumen yang kamu butuhkan untuk ambil keputusan dengan lebih cerdas.

Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan saran investasi. Investasi saham mengandung risiko kerugian. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Pastikan kamu memahami risiko sebelum berinvestasi.

Ditulis oleh
channel logo
M Jihad El Fikry
Right baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi Ā #1