ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Berita & Analisis
Mengapa Koreksi Harga adalah Waktu Terbaik Membeli Emas (Bukan Saat ATH!)
shareIcon

Mengapa Koreksi Harga adalah Waktu Terbaik Membeli Emas (Bukan Saat ATH!)

17 Feb 2026, 11:29 AM
·
Waktu baca: 2 menit
shareIcon
Mengapa Koreksi Harga adalah Waktu Terbaik Membeli Emas (Bukan Saat ATH!)
Stop beli emas kalau kamu masih beli di pucuk! Cari tahu sebabnya di bawah ini!

Banyak investor pemula terjebak dalam fenomena FOMO (Fear of Missing Out). Saat berita melaporkan harga emas mencapai All-Time High (ATH) atau rekor tertinggi sepanjang masa, semua orang berbondong-bondong membeli karena takut ketinggalan.

Padahal, bagi investor yang cerdas, waktu terbaik untuk masuk bukanlah saat harga sedang "pesta", melainkan saat pasar sedang "istirahat" atau mengalami koreksi.

Psikologi Belanja: Beli Saat "Diskon", Bukan Saat Mahal

Secara logika, kita selalu mencari diskon saat belanja barang elektronik atau pakaian. Namun di dunia investasi, banyak orang justru takut membeli saat harga turun.

Koreksi (penurunan harga sekitar 5% hingga 10% dari titik puncak) adalah momen "cuci gudang" di pasar emas.

  • Saat All-Time-High: Kamu membayar harga premium karena antusiasme pasar sedang tinggi.
  • Saat Koreksi: Kamu membeli aset yang sama dengan harga lebih murah, padahal nilai fundamental emas sebagai pelindung nilai (hedging) tidak berubah.

Rasio Risiko vs Keuntungan yang Lebih Baik

Investasi adalah tentang peluang. Jika kamu membeli di titik ATH, harga sudah naik sangat tinggi dan ruang untuk naik lebih jauh lagi biasanya mulai terbatas dalam jangka pendek.

Dengan menunggu koreksi, kamu mendapatkan dua keuntungan:

  • Harga Entri Lebih Rendah: Kamu mendapatkan gramasi emas yang lebih banyak dengan jumlah uang yang sama.
  • Risiko Penurunan Lebih Kecil: Karena harga sudah turun (koreksi), potensi penurunan drastis berikutnya biasanya lebih kecil dibandingkan jika kamu membeli tepat di puncak gunung.

Strategi "Cicil" atau Dollar-Cost Averaging (DCA)

Kamu tidak perlu menebak kapan harga akan mencapai titik terendah secara sempurna. Gunakan strategi bertahap:

  1. Beli sebagian kecil saat harga stabil.
  2. Siapkan dana cadangan.
  3. Saat terjadi koreksi (dip), gunakan dana cadangan tersebut untuk membeli lebih banyak.

Strategi ini akan menurunkan harga rata-rata pembelian Kamu. Jadi, saat emas kembali naik menuju rekor baru, keuntungan yang Kamu petik akan jauh lebih besar.

Perbandingan: Beli di ATH vs Saat Koreksi

FaktorMembeli di ATHMembeli Saat Koreksi
SentimenEmosional / FOMOLogis / Berani
HargaPuncak (Mahal)Nilai (Diskon)
Potensi CuanLebih Kecil (menunggu rekor baru)Lebih Besar (mulai untung saat harga normal kembali)
RisikoTinggi (berisiko langsung turun)Lebih Rendah (sudah melewati fase penurunan)

Kesimpulan

Emas adalah instrumen pelindung kekayaan jangka panjang. Meski tidak pernah ada kata "salah" untuk memiliki emas, ada waktu yang lebih cerdas untuk membelinya. Jangan mengejar harga saat semua orang sedang berteriak senang; tunggulah saat pasar sedikit mendingin, dan itulah saatnya kamu masuk.

Ditulis oleh
channel logo
Jihad El FikryRight baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1