Berita & Analisis
Mengapa Koreksi Harga adalah Waktu Terbaik Membeli Emas (Bukan Saat ATH!)










Banyak investor pemula terjebak dalam fenomena FOMO (Fear of Missing Out). Saat berita melaporkan harga emas mencapai All-Time High (ATH) atau rekor tertinggi sepanjang masa, semua orang berbondong-bondong membeli karena takut ketinggalan.
Padahal, bagi investor yang cerdas, waktu terbaik untuk masuk bukanlah saat harga sedang "pesta", melainkan saat pasar sedang "istirahat" atau mengalami koreksi.
Secara logika, kita selalu mencari diskon saat belanja barang elektronik atau pakaian. Namun di dunia investasi, banyak orang justru takut membeli saat harga turun.
Koreksi (penurunan harga sekitar 5% hingga 10% dari titik puncak) adalah momen "cuci gudang" di pasar emas.
Investasi adalah tentang peluang. Jika kamu membeli di titik ATH, harga sudah naik sangat tinggi dan ruang untuk naik lebih jauh lagi biasanya mulai terbatas dalam jangka pendek.
Dengan menunggu koreksi, kamu mendapatkan dua keuntungan:
Kamu tidak perlu menebak kapan harga akan mencapai titik terendah secara sempurna. Gunakan strategi bertahap:
Strategi ini akan menurunkan harga rata-rata pembelian Kamu. Jadi, saat emas kembali naik menuju rekor baru, keuntungan yang Kamu petik akan jauh lebih besar.
| Faktor | Membeli di ATH | Membeli Saat Koreksi |
| Sentimen | Emosional / FOMO | Logis / Berani |
| Harga | Puncak (Mahal) | Nilai (Diskon) |
| Potensi Cuan | Lebih Kecil (menunggu rekor baru) | Lebih Besar (mulai untung saat harga normal kembali) |
| Risiko | Tinggi (berisiko langsung turun) | Lebih Rendah (sudah melewati fase penurunan) |
Emas adalah instrumen pelindung kekayaan jangka panjang. Meski tidak pernah ada kata "salah" untuk memiliki emas, ada waktu yang lebih cerdas untuk membelinya. Jangan mengejar harga saat semua orang sedang berteriak senang; tunggulah saat pasar sedikit mendingin, dan itulah saatnya kamu masuk.


