ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Berita & Analisis
Iran Berencana Gantikan Dolar dengan Yuan dalam Transaksi Minyak Global
shareIcon

Iran Berencana Gantikan Dolar dengan Yuan dalam Transaksi Minyak Global

21 minutes ago
·
Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Iran Berencana Gantikan Dolar dengan Yuan dalam Transaksi Minyak Global
Selat Hormuz, jalur nadi yang mengalirkan 20% pasokan minyak dunia, kini bukan sekadar medan tempur fisik, melainkan titik nol perang finansial global.

Setelah eskalasi serangan militer antara AS-Israel dan Iran yang memuncak pada akhir Februari lalu, Teheran mengeluarkan kartu truf yang tidak diprediksi banyak pihak. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka, namun dengan syarat yang mengguncang pilar ekonomi Barat: Pembayaran minyak hanya diterima dalam Yuan Tiongkok (RMB), apabila hal ini terjadi akan ada de-dollarisasi secara instan. 

Key Takeaways

  • Senjata Finansial Baru: Iran hanya mengizinkan kapal tanker lewat jika transaksi minyak dilakukan dalam Yuan Tiongkok (RMB), memaksa de-dollarisasi secara instan di jalur energi tersibuk dunia.
  • Ancaman Petrodolar: Kebijakan ini menantang sistem petrodolar yang telah bertahan selama 52 tahun (sejak 1974), mengancam permintaan global terhadap USD.
  • Safe Haven Rally: Meskipun dolar sempat menguat karena sentimen perang, analis (J.P. Morgan & Scotia) melihat ini sebagai "jendela masuk" sebelum reli besar pada Emas ($6.300/oz) dan Perak.
  • Aliansi Timur: Langkah ini mempererat hubungan strategis Iran-Tiongkok, memberikan China akses energi murah sekaligus memperkuat posisi Yuan di panggung global.

Quick Facts: Status Pasar 16 Maret 2026

Indikator

Nilai/Status

Dampak

Volume Minyak Hormuz

20% Pasokan Dunia

Krisis Energi Global

Harga Minyak Brent

$126 / barel

Inflasi Tinggi

Harga Emas Spot

$5.175 / oz

Bullish Jangka Panjang

Harga Perak Spot

$87 – $93 / oz

Volatilitas Tinggi

Mata Uang Transaksi

Yuan (RMB)

De-dollarisasi

Mengapa Yuan? Serangan Langsung ke Jantung Petrodolar

Selama 52 tahun, dominasi global Amerika Serikat bersandar pada sistem Petrodolar. Sejak kesepakatan tahun 1974, minyak dunia dijual dalam USD, yang memaksa setiap negara menyimpan cadangan Dolar untuk membeli energi.

Langkah Iran mensyaratkan Yuan adalah upaya sistematis untuk memutus rantai tersebut:

  1. De-dollarisasi Paksa: Pembeli energi besar di Asia (India, Jepang, Korea) kini dipaksa mencari Yuan jika ingin minyak tetap mengalir.
  2. Hadiah Strategis untuk Beijing: China telah lama mengincar posisi Yuan sebagai mata uang cadangan dunia. Dengan dukungan Iran, ambisi ini mendapat momentum tercepat dalam sejarah.
  3. Aliansi Baru: Ini bukan sekadar transaksi dagang, melainkan pembentukan blok ekonomi Timur yang menantang hegemoni finansial Barat.

"Selat Hormuz terbuka... namun hanya bagi mereka yang tidak menyerang kami, dan mereka yang membayar dengan mata uang yang kami tentukan."Abbas Araghchi, Menlu Iran.

Dampak Pasar: Membaca Pergerakan Emas dan Logam Mulia

Di tengah ketidakpastian ini, pasar komoditas mengalami volatilitas ekstrem. Dengan harga minyak Brent sempat menyentuh $126 per barel, investor kini beralih ke aset safe haven.

Berikut adalah analisis instrumen metal yang perlu Anda cermati:

1. Emas (Gold)

Status: Bullish Jangka Panjang Meskipun sempat terkoreksi ke level $5.085 karena penguatan Dolar jangka pendek (akibat sentimen perang), fundamental emas tetap solid. J.P. Morgan memproyeksikan target $6.300 pada akhir 2026. Jika krisis Hormuz memicu resesi global, emas akan menjadi pemenang utama.

Beli Produk Emas Pluang Di SIni!

2. Perak (Silver - ETF SLV)

Status: Volatilitas Tinggi dengan Potensi Besar Perak sering disebut sebagai "emas liar". Selain sebagai aset lindung nilai, perak sangat dibutuhkan dalam industri teknologi dan energi hijau. Jika inflasi energi terus meroket, perak berpotensi memimpin reli lebih kuat daripada emas karena rasio harga yang masih dianggap "murah".

Beli ETF SLV di Sini!

3. Logam Industri (Tembaga & Zinc)

Status: Wait and See Iran adalah eksportir tembaga yang signifikan. Gangguan rantai pasok akan mengerek harga ke atas, namun risiko resesi global akibat oil shock bisa menekan permintaan industri. Pantau ketat pergerakan ekonomi China sebagai konsumen tembaga terbesar.

Beli Saham SCCO Di Sini!

Beli Saham $FCX di Sini!

Risks & Considerations 

  • Risiko Geopolitik: Perubahan mendadak dalam diplomasi atau gencatan senjata dapat memicu aksi ambil untung (profit taking) besar-besaran pada komoditas.
  • Intervensi Dolar: Federal Reserve mungkin akan menaikkan suku bunga secara agresif untuk mempertahankan nilai USD, yang bisa menekan harga emas jangka pendek.
  • Likuiditas Yuan: Transaksi dalam Yuan masih memiliki kontrol modal dari Beijing, yang mungkin menyulitkan konversi cepat dibandingkan Dolar.
  • Resesi Global: Jika harga minyak tetap di atas $120 terlalu lama, permintaan industri terhadap perak dan tembaga bisa anjlok karena perlambatan ekonomi.

Kesimpulan: Peluang di Balik Krisis

Kita tidak sedang melihat krisis geopolitik biasa yang akan selesai dalam hitungan minggu. Ini adalah pergeseran struktural kekuasaan dari Barat ke Asia. Pasar saat ini mungkin terlihat "bingung", namun bagi investor jeli, ini adalah jendela masuk (entry point) sebelum reli besar terjadi.

Sejarah mencatat bahwa dalam setiap keruntuhan sistem moneter lama, aset keras (hard assets) seperti logam mulia adalah tempat terbaik untuk mengamankan kekayaan.

Siap Posisikan Portofoliomu?

Jangan menunggu sampai reli besar dimulai. Pantau dan miliki eksposur pada aset-aset strategis melalui platform terpercaya.

  • GLD, XAUT, PAXG, Emas digital untuk stabilitas Emas.
  • SLV untuk potensi ledakan harga Perak.
  • SCCO, FCX untuk eksposur pada penambang Tembaga.

Bagaimana pandangan Anda? Apakah Yuan mampu menumbangkan dominasi Dolar di Selat Hormuz? Berikan komentar Anda di bawah.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  1. Mengapa Selat Hormuz begitu penting? Karena 1/5 dari total konsumsi minyak dunia melewati jalur sempit ini setiap harinya.
  2. Apakah ini berarti Dolar akan segera tidak berharga? Tidak secara instan. Dolar tetap mata uang dominan, namun kepercayaan global sedang terkikis secara struktural.
  3. Kenapa harga emas tidak langsung meroket ke $6.000? Karena investor biasanya beralih ke uang tunai (USD) di awal krisis militer, namun emas akan menyusul saat inflasi mulai terasa.
  4. Apa untungnya bagi China? China mendapatkan minyak dengan mata uang mereka sendiri, mengurangi ketergantungan pada sistem perbankan Barat (SWIFT).
  5. Bisakah saya membeli perak lewat Pluang saat ini? Ya, Anda dapat mengakses ETF perak seperti SLV untuk mendapatkan eksposur harga tanpa memiliki fisik.
  6. Apa yang harus saya lakukan dengan portofolio saya? Pertimbangkan untuk melakukan diversifikasi ke aset keras (hard assets) namun tetap pertahankan cadangan kas yang cukup.

Sources 

Ditulis oleh
channel logo
Davion ArsinioRight baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1