Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Berita & Analisis
Silver Menembus US$100: Strategi Investasi melalui ETF
shareIcon
Silver Menembus US$100: Strategi Investasi melalui ETF
28 Jan 2026, 12:30 AM
·
Waktu baca: 5 menit
shareIcon
Silver Menembus US$100: Strategi Investasi melalui ETF
Awal 2026 menjadi momen penting yang menandai titik balik pasar perak global. Selama bertahun-tahun dikenal sebagai “adik emas”, perak akhirnya memasuki fase reli historis yang mengubah persepsi risiko dan potensi imbal hasil di mata investor. Pada pertengahan Januari 2026, harga perak spot berhasil menembus dan bertahan di atas US$90 per troy ounce—sebuah level psikologis yang sebelumnya dianggap ekstrem. Reli ini kemudian berakselerasi hingga menembus US$100 per ounce, membuka babak baru dalam struktur harga dan outlook jangka menengah perak secara global.

Lonjakan harga perak terjadi dalam konteks perubahan struktural yang lebih luas di pasar global. Tekanan pasokan yang berkepanjangan, permintaan industri yang terus meningkat, serta perubahan lanskap makro—terutama terkait arah suku bunga dan ketidakpastian geopolitik—menjadi fondasi utama reli ini. Tidak seperti emas yang dominan sebagai aset lindung nilai, perak berada di titik temu antara fungsi moneter dan peran industri strategis. Karakter inilah yang membuat perak memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap siklus ekonomi, inovasi teknologi, dan transisi energi global.

Pergerakan Harga Perak: Data dan Skala Reli

Breakout US$90: Titik Balik Historis

Pada 14 Januari 2026, harga perak melonjak sekitar 7,5% dalam satu hari perdagangan, mencapai US$93,42 per ounce pada level intraday. Ini merupakan breakout pertama kali dalam sejarah pasar modern di mana perak mampu menembus dan bertahan di atas US$90. Sebelum level tersebut, harga juga sempat menyentuh US$91,55 per ounce, menandakan bahwa permintaan beli sangat kuat bahkan setelah resistance jangka panjang ditembus.

Menuju US$100 dan Di Atasnya

Momentum tidak berhenti di sana. Menjelang 23 Januari 2026, harga perak resmi menembus level US$100 per ounce, dengan kisaran tertinggi dilaporkan berada di US$101–US$103 tergantung pada referensi pasar. Level ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga mengonfirmasi bahwa pasar sedang memasuki fase super cycle, di mana kenaikan harga didorong oleh faktor struktural, bukan sekadar spekulasi jangka pendek.

Skala Kenaikan dalam Perspektif Jangka Panjang

Dalam 12 bulan terakhir, harga perak telah mencatatkan reli lebih dari 147%, menjadikannya salah satu aset komoditas dengan performa terbaik dalam satu dekade. Bahkan sejak awal 2026 saja, sebelum reli menuju US$100, harga perak sudah naik lebih dari 40%. Skala kenaikan ini jauh melampaui rata-rata historis silver dan menempatkannya sejajar dengan aset berisiko tinggi, meskipun secara fundamental ia tetap tergolong logam mulia.

Fundamental Silver: Mengapa Reli Ini Terjadi?

1. Supply Squeeze yang Bersifat Struktural

Salah satu pendorong utama reli silver adalah ketatnya pasokan fisik global. Stok perak di pusat perdagangan utama seperti LBMA (London Bullion Market Association) dan COMEX (Amerika Serikat) berada di level yang sangat rendah dibandingkan rata-rata historis. Yang membuat situasi ini semakin kompleks adalah karakter produksi perak itu sendiri.

Lebih dari 70% produksi perak global berasal sebagai produk sampingan dari tambang logam lain seperti tembaga, emas, dan seng. Artinya, ketika harga perak naik, produsen tidak bisa dengan cepat meningkatkan produksi hanya karena harga silver lebih tinggi. Respons pasokan menjadi lambat, sehingga setiap lonjakan permintaan langsung tercermin ke harga.

2. Lonjakan Permintaan Industri yang Tidak Elastis

Berbeda dengan emas, perak memiliki peran krusial dalam sektor industri modern. Ia digunakan secara luas dalam:

  • panel surya dan energi terbarukan,
  • kendaraan listrik dan sistem baterai,
  • elektronik presisi dan semikonduktor,
  • teknologi AI, data center, dan otomasi industri.

Transisi energi global dan ekspansi teknologi membuat permintaan perak bersifat struktural dan jangka panjang, bukan siklikal. Bahkan pada harga tinggi, banyak sektor industri tidak memiliki substitusi yang efisien untuk perak, sehingga permintaan relatif tidak elastis terhadap kenaikan harga.

3. Repricing Silver sebagai Aset Makro

Dalam lingkungan global yang ditandai oleh ketidakpastian geopolitik, ekspektasi penurunan suku bunga, serta volatilitas pasar finansial, investor mulai mereposisi perak sebagai aset makro strategis. Silver kembali dipandang sebagai:

  • lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang,
  • alternatif emas dengan volatilitas dan potensi return lebih tinggi,
  • instrumen diversifikasi portofolio dalam rezim suku bunga yang berubah.

Perubahan persepsi inilah yang mendorong arus modal masuk secara agresif ke pasar perak, baik melalui pasar fisik maupun instrumen keuangan.

Dampak ke Saham Pertambangan dan Pasar Keuangan

Reli harga perak dengan cepat diterjemahkan ke pasar ekuitas, khususnya saham pertambangan. Saham miner perak cenderung memiliki leverage operasional yang tinggi, di mana setiap kenaikan harga perak langsung meningkatkan pendapatan per ounce, sementara biaya produksi relatif stabil. Akibatnya, margin laba melonjak dan valuasi saham sering naik lebih cepat dibandingkan harga logamnya sendiri.

Selain saham, arus modal juga mengalir ke produk ETF berbasis perak, yang memungkinkan investor mendapatkan eksposur tanpa harus menyimpan logam fisik.

ETF Silver dan Peran iShares Silver Trust (SLV)

Salah satu instrumen yang paling banyak digunakan investor global adalah iShares Silver Trust (SLV) yang dikelola oleh Blackrock sejak tahun 2006. Blackrock merupakan salah satu fund manager terbesar di dunia dengan total dana kelolaan US$14 triliun per Januari 2026.

ETF ini dirancang untuk melacak harga perak fisik, di mana setiap unitnya didukung oleh kepemilikan silver bullion. Dalam fase reli menuju dan melewati US$100 per ounce, SLV mencatatkan peningkatan volume perdagangan dan aliran dana yang signifikan, mencerminkan meningkatnya minat investor institusional maupun ritel.

Bagi investor, SLV menawarkan beberapa keunggulan:

  • eksposur langsung terhadap harga perak global,
  • likuiditas tinggi dan transparansi harga,
  • efisiensi dibandingkan kepemilikan fisik,
  • fleksibilitas untuk strategi jangka pendek maupun jangka panjang.

Akses Silver bagi Investor Indonesia melalui Pluang

Bagi investor Indonesia, momentum silver 2026 dapat diakses secara praktis melalui ETF iShares Silver Trust (SLV) yang tersedia di aplikasi Pluang. Melalui satu platform, investor dapat:

  • Most Complete Trading App: Akses ke 2.000+ aset secara instan. Anda bisa menangkap momentum di Bursa Efek Indonesia sekaligus melakukan positioning di pasar global (NYSE, Nasdaq) hanya dalam satu aplikasi.
  • Most Competitive Spread & USDT: Esensial bagi scalper dan day trader untuk meminimalkan cost of trading dan memaksimalkan profitabilitas bersih.
  • Trade with Aura AI: Memanfaatkan kecerdasan buatan untuk analisis sentimen dan identifikasi sinyal pasar secara real-time.
  • High Leverage Options: Tersedia 25x Leverage pada Crypto Futures dan 4x Leverage pada AI Stocks yang dapat ditradingkan 24 jam.
  • Advanced Derivatives: Dukungan untuk US Stocks Options (Long & Short), memungkinkan strategi hedging atau spekulasi volatilitas tingkat lanjut.
  • Akses Global: Memungkinkan pembelian Saham AS (seperti Apple, Nvidia) dan indeks S&P 500.
  • Multi-Aset: Anda bisa menyeimbangkan portofolio saham dengan Emas Digital (aset safe haven) atau Crypto (aset pertumbuhan tinggi) tanpa perlu berpindah aplikasi.
  • Keamanan Terjamin: Dana disimpan terpisah di bank kustodian berizin, diawasi regulator, dan data dilindungi enkripsi standar internasional.
  • Fitur Pendukung: Dilengkapi Pocket, sinyal trading, dan berita pasar terkini untuk mendukung keputusan investasi Anda.

Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.

Kesimpulan

Lonjakan harga perak pada awal 2026 menandai titik penting dalam siklus jangka panjang logam mulia ini. Dorongan struktural berupa keterbatasan pasokan, permintaan industri yang terus menguat, serta perubahan rezim makro telah membawa perak ke level harga historis. Meski volatilitas masih menjadi ciri utama, perak kini memiliki peran yang semakin relevan dan strategis dalam portofolio investasi global ke depan.

Bagi investor yang ingin memanfaatkan peluang ini secara efisien, ETF seperti SLV melalui aplikasi Pluang menjadi salah satu instrumen yang relevan untuk mengakses potensi silver dalam fase super cycle 2026. 

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1